Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB
Panen dan pengolahan buah stroberi di Kebun Strawberry La Fresa Lembang | Pengembangan kawasan Agroedupark yang tepat akan menggerakkan kembali ekonomi pedesaan setelah terdampak Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Panen dan pengolahan buah stroberi di Kebun Strawberry La Fresa Lembang | Pengembangan kawasan Agroedupark yang tepat akan menggerakkan kembali ekonomi pedesaan setelah terdampak Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Pengembangan kawasan Agroedupark yang tepat akan menggerakkan kembali ekonomi pedesaan setelah terdampak Covid-19.

Alasan utama generasi milenial tidak mau terjun ke sektor pertanian adalah pendapatan yang rendah. Padahal bila kita melihat dengan perspektif lebih luas akan tergambar peluang dan potensi yang lebih menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2022, terdapat sekitar 64,5 juta penduduk Indonesia berada dalam kelompok umur pemuda, termasuk kaum milenial. Namun, persentase pemuda yang bekerja di sektor pertanian hanya 21%, lebih sedikit dibanding dengan sektor manufaktur sebanyak 24% dan sektor jasa sebanyak 55%. Agroedupark dapat digunakan untuk membangun minat dan wawasan generasi muda, terutama kaum milenial.

Strategi regenerasi pada sektor pertanian dapat dipercepat melalui wisata berbasis pertanian dan edukasi (Agroedupark). Inovasi pengembangan wisata edukasi berbasis pertanian dilakukan dengan mengaplikasikan sejumlah teknologi untuk dapat menarik wisatawan berkunjung. Dengan hadirnya Agroedupark, diharapkan petani binaan dan anak muda yang terlibat bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Pelbagai inovasi misalnya menjual dengan metode petik buah langsung, atau melalui paket edukasi pertanian untuk wisatawan dapat dikembangkan.

Agroedupark merupakan pusat pengembangan dari hasil pertanian yang dikelola sebagai pertumbuhan wirausaha dan sebagai tempat pusat pelayanan teknologi sains tentang pertanian, selain sebagai tempat pengembangan sains dan teknologi tentang pertanian. Agroedupark adalah suatu konsep wisata yang berbasis pada pembangunan teknologi pertanian sekaligus pendidikan yang mengarah pada strategi pembangunan ilmu pengetahuan teknologi (iptek).

Baca Juga: Pengelolaaan BBM Bersubsidi dan Pengembangan Energi Terbarukan

Aktivitas masyarakat yang dikembangkan untuk wisata Agroedupark, seperti belajar bertani, beternak, dan berbagai aktivitas ekonomi lain yang mendukung tumbuhnya kawasan Agroedupark berbasis pertanian. Sebuah konsep wisata yang menawarkan pembelajaran pertanian. Jika dikembangkan secara luas di berbagai daerah maka diharapkan bisa menarik minat anak-anak muda untuk kembali mencintai pertanian.

Banyak pilihan objek wisata yang bisa digabungkan baik yang bersifat kebudayaan, nilai sejarah, maupun kependidikan, serta desa wisata dengan berbagai corak muatan dan keindahan yang ditawarkan. Hal ini mengingat banyak kawasan kebun milik pemerintah dan swasta yang menerapkan berbagai jenis teknologi di bidang pertanian dan pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji untuk bisa diterapkan secara ekonomis di tempat lain.

Agroedupark dapat bermanfaat untuk memberikan ruang aplikasi, percontohan teknologi pertanian terpadu kepada para ilmuwan muda serta memberikan pelatihan dan alih teknologi pertanian terpadu kepada masyarakat pada bidang teknologi budi daya tanaman dan perbenihan, teknologi pasca panen dan pengolahan hasil dan pemasaran, serta sebagai tempat pelatihan dan pusat transfer teknologi ke masyarakat luas.

Baca Juga: Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lama Menunggu karena Jadwal Bus yang Tak Menentu

Jumat, 9 Desember 2022 | 13:36 WIB

Reklamasi sebagai Tahap Akhir dalam Menambang

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:39 WIB

Khvicha Kvaratskhelia: Maradona Baru Asal Georgia

Rabu, 7 Desember 2022 | 15:02 WIB

Parkir di Kampus, Kok, Bayar?

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:21 WIB

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB
X