Tragedi Stadion Kanjuruhan: Menimbulkan Duka Mendalam, Menyusutkan Pengungkit Perekonomian 

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:42 WIB
Ilustrasi | Tragedi di Stadion Kanjuruhan mendapat sorotan media-media internasional. The Guardian. BBC London. CNN Asia. Reuters, dan masih banyak lagi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ilustrasi | Tragedi di Stadion Kanjuruhan mendapat sorotan media-media internasional. The Guardian. BBC London. CNN Asia. Reuters, dan masih banyak lagi (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Ketika Indonesia terpengaruh perang Ukraina-Rusia. Kemerosotan nilai rupiah terhadap dolar AS. Sukubunga tinggi. Terancam resesi dan seterusnya. Kompetisi   sepakbola termasuk unsur penyelamat.

Peluang itu porak poranda karena tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Perkembangan terakhir menyebutkan lebih dari 180 orang tewas.

Tragedi tersebut berakibat panjang. Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) akan menjatuhkan sanksi yang menghambat laju kompetisi di Tanah Air. Hal ini akan berakibat terhadap aspek bisnis sepakbola secara langsung maupun tidak langsung.

Perbankan yang memberi pinjaman. Perusahaan sponsor. Kelancaran gaji pelatih, pemain dan pegawai lainnya terganggu. Perusahaan pemasok. Pengusaha kecil juga akan terkena dampaknya. Pengangguran bertambah.

Baca Juga: Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan, PSSI Turunkan Tim Investigasi

Boleh jadi, tak satupun membayangkan akan  terjadi seperti ini. Persebaya FC menang 3-2 atas Arema FC. Ratusan pendukung Arema menjebol pagar masuk lapangan. Bentrokan terjadi antara supporter dengan petugas keamanan didukung tembakan gas air mata.  

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan penyebab bukanlah bentrokan antara pendukung Arema FC dan Persebaya FC karena pendukung Persebaya yang dikenal sebagai Bonek tidak datang.   Korban terutama disebabkan sesak nafas, desak-desakan, saling himpit dan terinjak.

Pernyataan tersebut membuat sumber permasalahan mengerucut. Tampak jelas penyebabnya.

Baca Juga: Arema FC Terancam Dilarang Jadi Tuan Rumah Sepanjang Musim Liga 1 2022/2023

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB
X