Menjelang Penguburan Shinzo Abe: Sisi Kelam Sistem Politik Demokrasi di Jepang

- Minggu, 25 September 2022 | 17:26 WIB
Motif pembunuhan terhadap PM Shinzo Abe oleh Tetsuya Yamagami di Nara pada  22 Juli 2022 membuka adanya tawaran yang bersifat menolong itu. (Flickr/CJCS | Lisensi CC)
Motif pembunuhan terhadap PM Shinzo Abe oleh Tetsuya Yamagami di Nara pada 22 Juli 2022 membuka adanya tawaran yang bersifat menolong itu. (Flickr/CJCS | Lisensi CC)

Makin jelas! Sistem politik yang demokratis mengandung masalah yang berlawanan dengan manfaat positif sistem tersebut. Penyebabnya adalah pelaksanaan demokrasi tidak disertai penegakan hukum yang konsisten dan tidak memilah-milah.

Kerusakan demokrasi dimulai ketika calon anggota legislatif atau eksekutif menerima tawaran pihak tertentu. Tawaran itu sifatnya menolong tetapi dalam tahap berikutnya, pemberi tawaran menjadi penekan karena ia meminta konsesi. Ia memiliki kepentingan.  

Modus ini terungkap beberapa hari menjelang penguburan PM Shinzo Abe pada 27 September 2022. Bila kematian Abe menimbulkan kegemparan lantaran ditembak. Biaya penguburan itu juga membangkitkan penentangan. Setidaknya pemerintah harus mengeluarkan 800 miliar hingga 1,6 miliar yen.

Motif pembunuhan terhadap PM Shinzo Abe oleh Tetsuya Yamagami di Nara pada  22 Juli 2022 membuka adanya tawaran yang bersifat menolong itu.

Baca Juga: Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Bukan hanya terhadap Abe saja tetapi menolong 146 anggota parlemen yang berasal dari Partai Liberal Demokrat (LDP).  Juga kepada 15 Nippon Ishin no Kai, 14 anggota Partai Demokrasi Konstitusi dan tiga anggota partai Komeito yang didirikan mereka yang beragama Buddha.

Yamagami dendam karena Gereja Unifikasi, dimana ibunya menjadi anggota, memberi sumbangan kepada Abe. Sumbangan itu didapat dari para anggota gereja hingga membuat ibunya bangkrut bahkan keluarganya berantakan.

Steven Hassan, yang pernah menjadi anggota Gereja Unifikasi, mengatakan kepada NHK, pertolongan itu dimulai dengan pertanyaan, dapat kami memberi donasi? Dapatkah kami menempatkan anggota kami sebagai pegawai sekretariat anda? Atau turut berkampanye membantu agar anda dipilih kembali?

Baca Juga: Prof. Dr. Azyumardi Azra. MA. CBE Berpulang Saat Diperlukan Pers Indonesia

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB
X