Eddy du Perron Bolak-balik Cicalengka dan Bandung (1917-1918)

- Sabtu, 24 September 2022 | 22:11 WIB
Rumah sewaan keluarga Du Perron di Alun-alun Cicalengka tahun 1917. Rumah tersebut semula tempat tinggal patih Cicalengka.  (Sumber: Koleksi Erven Du Perron (eduperron.nl).)
Rumah sewaan keluarga Du Perron di Alun-alun Cicalengka tahun 1917. Rumah tersebut semula tempat tinggal patih Cicalengka. (Sumber: Koleksi Erven Du Perron (eduperron.nl).)

Eddy du Perron sempat tinggal di Cicalengka antara 1917-1918. Ia pun bolak-balik ke Bandung sebagai siswa HBS.

Charles Edgar du Perron (1899-1940) adalah penyair dan pengarang Belanda yang sangat terkenal dengan novelnya Land van Herkomst (tanah asal, 1935). Bagi orang Indonesia, ia dikenal sebagai sahabat Sutan Sjahrir dan suami-istri Soegondo-Soewarsih Djojopoespito.

Bagi Soewarsih, sastrawan Belanda yang akrab disapa E. Du Perron atau Eddy itu merupakan sosok yang sangat penting. Ketika Soewarsih aktif menulis dalam majalah Kritiek en Opbouw tahun 1938, Eddy sangat tertarik pada artikel-artikel Soewarsih. Bahkan, Eddy pula yang mendorong Soewarsih untuk menulis novel dalam bahasa Belanda sehingga lahirlah novel Buiten het Gareel. Naskahnya dibawa Eddy ke Eropa dan diterbitkan di sana pada tahun 1940.

Namun, bagi saya yang paling menarik dari Eddy du Perron adalah ia sempat tinggal di Cicalengka antara 1917-1918. Masa tinggalnya di Cicalengka, termasuk bolak-baliknya ke Bandung sebagai siswa HBS, diabadikan oleh Eddy dalam Land van Herkomst, novel otobiografisnya.

Baca Juga: Talaga Bodas, Fase Akhir dari Pembentukan Gunung Talagabodas

Saya sendiri selain menelusuri novelnya, membaca biografi yang ditulis G.H. ’s-Gravesande (E. Du Perron, Journalistieke Herinneringen, 1942) dan Kees Snoek (E. du Perron: Het leven van een smalle mens, 2005).

Karya yang terakhir dapat dibilang paling komprehensif membahas riwayat hidup Eddy du Perron. Kees menggunakan surat-surat Eddy, novelnya, foto-foto koleksi keluarga Du Perron dan lain-lain.

Dari buku-buku tersebut saya akan memusatkan perhatian pada hal-hal yang hanya berkaitan dengan masa tinggal Eddy du Perron di Cicalengka. Intinya sebagaimana yang dikatakan ’s-Gravesande (1942: 17-18), orang tua Eddy menyewa rumah di Cicalengka, 45 menit berkendara mobil dari Kota Bandung, dan dari sana ia antara 1917-1918 bolak-balik ke Bandung, menggunakan kereta api.

Baca Juga: Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB
X