Talaga Bodas, Fase Akhir dari Pembentukan Gunung Talagabodas

- Jumat, 23 September 2022 | 16:51 WIB
Peta Topografi tahun 1944 yang memperlihatkan ronabumi kompleks Gunung Talagabogas.  (Peta: Koleksi KITLV)
Peta Topografi tahun 1944 yang memperlihatkan ronabumi kompleks Gunung Talagabogas. (Peta: Koleksi KITLV)

Para peminat jalan-jalan di alam, mulai tertarik untuk mendaki Puncak Sagara (+2.132 m) yang didaki dari Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinagara, Kabupaten Garut. Sangat mungkin, nama itu diberikan oleh pengelola wisata alam di sana, sebab dalam peta-peta, nama itu belum terdapat.

Dalam Peta Topografi tahun 1886 dan Peta Topografi tahun 1944, ada dua nama geografi yang memakai kata canar, yaitu: Gunung Tjanar (Gunung Canar, +2.192,6 m) yang terletak di antara bibir Kaldera Gunung Talagabodas Tua sisi barat-selatan dengan lengkungan bibir kawah yang terbuka ke arah selatan-barat. Sedangkan Gunung Beuticanar terdapat di ujung lengkungan kawah tadi di sisi tenggaranya. Dalam Peta Topografi yang terbit tahun 1886, ditulis Gunung Beusitjanar (Beusicanar).

Mengapa nama canar sampai terdapat di dua nama geografi dalam wilayah sangat berdekatan? Sangat mungkin, canar itu tumbuh subur di kawasan tersebut. Di Jawa Barat, seperti yang terdapat dalam buku karya K Heyne (edisi terjemahan bahasa Indonesia, tahun 1987), terdapat 3 jenis canar dengan nama yang berbeda-beda, yaitu: Canarbeuti disebut juga Canarpeucang atau Huiupas (Dioscorea oppositifolia), Canarbokor (Smilax leucophylla BL), Canargede disebut juga Canarmnyak atau Canargengge (Smilax macrocarpa BL).

Canarbeuti itu ubi liar yang tumbuh di semak-semak dan di pinggir sungai. Ubinya kecil-kecil dengan rasa yang pahit, sehingga tidak disukai untuk dimakan. Batang rambatnya sangat liat, sehingga bagus dimanfaatkan menjadi tapi pengikat. Namun harus berhati-hati pada saat meletunturkannya, karena ada zat yang membuat gatal-gatal. Bila dibelah menjadi irisan-irisan kecil dapat dibuat anyam kantung untuk wadah hasil hutan.

Baca Juga: Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Bila para pendaki sedang berada di Puncak Sagara, titik itu merupakan salahsatu bagian dari rangkaian dinding kaldera Gunung Talagabodas Tua yang memanjang utara – selatan. Dari sana dapat memandang Talaga Bogas dengan sangat jelas. Di selatan Talaga Bogas terlihat ada Kawah Saat.

Bagaimana kaitan antara Puncak Sagara, Kawah Saat, Gunung Canar, Gunung Beuticanar, Pasir Sadahurip, dan Talaga Bodas?

Membahas nama-nama geografi itu terkait dengan sejarah pembentukan gunung-gunung di kawasan ini, khususnya Gunung Talagabodas Tua hingga Gunung Talaga Bogas Muda.

Baca Juga: Citisuk

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X