Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

- Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB
Masing-masing diberi tugas sebagai reporter, kameramen, fotografer, mencari nara sumber dan pengingat tatib. (Dokumentasi penulis)
Masing-masing diberi tugas sebagai reporter, kameramen, fotografer, mencari nara sumber dan pengingat tatib. (Dokumentasi penulis)

Tulisan saya ini bukan bermaksud mempromosikan ekstrakurikuler jurnalistik, loh. Mungkin karena ada kata reporter yang selama ini berkaitan dengan bidang jurnalistik.

Cara kerja di bidang jurnalistik yang saya terapkan dalam layanan bimbingan konseling kali ini. Cara kerja jurnalis ini tidak jauh beda dengan metode inkuiri yakni sama-sama mencari, menggali serta menyelesaikan permasalahan yang ada. Terutama materi Memahami Tata Tertib Sekolah untuk peserta didik kelas X.

Selama ini untuk menjelaskan tata tertib (tatib) sekolah, guru BK hanya dengan menggunakan metode ceramah. Dan ini akan menjadikan anak bosan dan jenuh, akibatnya mereka tidak perhatian dan enggan mendengarkan materi yang disampaikan guru BK.

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicoba dengan metode berikut ini yakni dengan dasar metode inkuiri, anak akan ditantang untuk mencari, menggali permasalahan dan memecahkannya sendiri. Memahami tata tertib sekolah ala reporter TV.

Baca Juga: Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani melalui Sensus Pertanian 2023

Dalam kelas, siswa dibagi menjadi enam kelompok yang terdiri dari 6 orang tiap kelompoknya. Masing-masing diberi tugas sebagai reporter, kameramen, fotografer, mencari nara sumber dan pengingat tatib. Uraian tugasnya sebagai berikut, laiknya seorang reporter yang ingin mencari tahu tentang suatu hal, reporter tatib ini juga mencari peserta didik yang melanggar tatib sekolah.

Kameramen ini bertugas merekam dalam bentuk video saat proses wawancara reporter dengan nara sumber. Fotografer tugasnya mendokumentasikan proses wawancara berupa foto. Pencari nara sumber ini tugasnya mencari peserta didik yang ketahuan melanggar tata tertib sekolah, misalnya tidak mengenakan dasi. Dan tugas pengingat tatib adalah bila nara sumber tidak tahu atau tidak merasa kalau melanggar tatib sekolah maka dialah yang mengingatkan dengan menunjukkan buku tatib beserta konsekuensi logis yang diterimanya bila melanggar tatib sekolah.

Misalnya, ada peserta didik yang tidak memakai dasi. Ditanya oleh reporter kenapa tidak memakai dasi? Tahu risikonya bila tidak memakai dasi? Bila peserta didik yang tidak memakai dasi ini tidak tahu risikonya maka petugas pengingat tatib menjelaskan bahwa kalau tidak memakai dasi akan terkena sangsi dengan mendapatkan poin 2.

Baca Juga: Prof. Dr. Azyumardi Azra. MA. CBE Berpulang Saat Diperlukan Pers Indonesia

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X