Prof. Dr. Azyumardi Azra. MA. CBE Berpulang Saat Diperlukan Pers Indonesia

- Senin, 19 September 2022 | 19:08 WIB
Azyumardi Azra merupakan tokoh yang tepat untuk memimpin DP. Secara keilmuan, konektifitas, maupun kepribadian. (Wikimedia Commons | Lisensi CC)
Azyumardi Azra merupakan tokoh yang tepat untuk memimpin DP. Secara keilmuan, konektifitas, maupun kepribadian. (Wikimedia Commons | Lisensi CC)

Pemerintahan Presiden Soeharto (1966-1998) mengharuskan perusahaan penerbitan dan pers memiliki Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) apabila ingin menjalankan usahanya.

Untuk memilikinya tidak mudah sebab ada 16 syarat yang harus dipenuhi.   

Ketika itu, pemerintah sewaktu-waktu dapat mencabut SIUPP atau lebih populer dengan sebutan membreidel apabila sebuah pers (media massa) dianggap menganggu kestabilan politik dan keamanan.

Paling tidak 70 surat kabar dan majalah dibredel secara permanen atau dihentikan penerbitannya dalam waktu tertentu. Demikian berkuasanya pemerintah. Topik utama tentang Seratus Orang Kaya dikenai pembredelan.

Baca Juga: 6 Fakta Prof Azyumardi Azra, Ilmuwan Pertama Indonesia yang Diberi Gelar ‘Sir’ oleh Kerajaan Inggris

Di tengah tekanan pemerintah terhadap pers. Para  pengusaha tertarik mengelola surat kabar atau majalah. Lantaran, berbisnis media massa memberi laba yang tidak kecil.  

Di tengah resesi ekonomi 1989-1999, para komisaris mendapat Rp 500 juta per orang. Belum lagi gengsi mempunyai media.  

Dewasa ini terlihat, pilihan pengusaha itu tepat.

Baca Juga: Azyumardi Azra Ketua Dewan Pers Meninggal Dunia, Berikut Fakta Menarik Sosoknya

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X