Tugas Dokter Tak Hanya Mengobati, tapi Harus Bisa Membangun Mental Pasien

- Jumat, 16 September 2022 | 21:20 WIB
Ilustrasi | Belum lama ini, saya bertemu dua dokter laki-laki yang menurut saya sangat kaku dan tidak mampu memberikan motivasi kepada pasiennya. (Unsplash/Diana Polekhina)
Ilustrasi | Belum lama ini, saya bertemu dua dokter laki-laki yang menurut saya sangat kaku dan tidak mampu memberikan motivasi kepada pasiennya. (Unsplash/Diana Polekhina)

Belum lama ini, saya bertemu dua dokter laki-laki yang menurut saya sangat kaku dan tidak mampu memberikan motivasi kepada pasiennya.

Bahkan raut wajah kedua dokter berjenis kelamin laki-laki itu tidak tampak menyenangkan. Katakanlah kurang ramah dan kurang bersahabat terhadap pasien.

Prediksi saya, sepertinya dokter tersebut jarang tersenyum. Apalagi melontarkan humor-humor segar yang mampu membangun mental poistif kepada pasiennya.

Humor, dalam arti di sini tentu bukan sekadar humor basi atau tak berkualitas, melainkan humor atau lelucon yang bisa membuat pasien tidak tegang atau cemas terhadap penyakit yang tengah dideritanya.

Baca Juga: Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Dari kedua dokter tersebut, yang paling parah adalah dokter kedua yang saya temui. Dia hanya sekadar menyampaikan diagnosis dan data-data dengan raut tegas. Wajahnya datar, ekspresinya sulit terbaca. Senyum juga tak tampak di kedua sudut bibirnya.

Dia juga tak berusaha untuk melontarkan kata-kata penghibur atau motivasi demi menghibur pasien yang baru dirawatnya. Satu lagi, dia tak memberikan kesempatan bertanya kepada pasiennya. Segala omongannya harus didengar dan sepertinya enggan melakukan diskusi terhadap pasiennya.

Saya benar-benar tak habis pikir, kok ada ya, dokter semacam itu? Padahal menurut saya, satu hal yang bisa membantu kesembuhan pasien itu erat hubungannya dengan cara dokter tersebut melayani atau menghadapi pasien.

Baca Juga: Kucing Rumahan 100 Persen Memenuhi Kriteria sebagai Spesies Asing Invasif

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X