Kucing Rumahan 100 Persen Memenuhi Kriteria sebagai Spesies Asing Invasif

- Selasa, 13 September 2022 | 16:17 WIB
Di balik tampilannya yang unyu-unyu dan menggemaskan, kucing rumahan (Felis catus) justru menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati. (Unsplash/Jan Kopřiva)
Di balik tampilannya yang unyu-unyu dan menggemaskan, kucing rumahan (Felis catus) justru menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati. (Unsplash/Jan Kopřiva)

 

Di balik tampilannya yang oleh kebanyakan orang dinilai unyu-unyu dan menggemaskan, kucing rumahan (Felis catus) justru menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati.

Upaya mitigasi perlu dilakukan agar tidak semakin banyak spesies hewan yang menjadi korban pemangsaan kucing.

Selain anjing, kucing menjadi hewan yang paling banyak dipelihara di kalangan rumahtangga di seluruh dunia. Dewasa ini, ditaksir ada sekitar 200 juta hingga 600 juta kucing di seluruh dunia. Jumlah tersebut mencakup kucing-kucing rumahan maupun kucing-kucing liar.

Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kucing paling banyak, yakni sekitar 75 juta kucing. Disusul oleh Tiongkok, sekitar 53 juta kucing, dan Russia, sekitar 18 juta kucing.

Baca Juga: Apakah Makanan yang Dicium Kucing Menjadi Haram? Begini Penjelasan Buya Yahya

Sejarah mencatat kucing rumahan yang kita kenal sekarang ini berasal-usul dari kucing liar (Felis silvestris) yang didomestikasi pertama kali di wilayah Timur Dekat (kemungkinan sekarang masuk wilayah Mesir), pada 10.000 tahun yang lalu. Sejak itu, kucing-kucing mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Sekarang ini, kucing rumahan bisa ditemukan di semua benua, terkecuali Antartika. Sebagai binatang peliharaan, kucing sangat adaptif dalam hal makanan, habitat, dan iklim. Selain itu, kucing termasuk hewan produktif dalam soal reproduksi. Jika tidak disterilisasi atau juga disuntik hormon pengendali reproduksi, seekor kucing betina mampu melahirkan sekitar 12 anak kucing setiap tahunnya.

Meski telah menjadi hewan rumahan, karakter berburu kucing sama sekali tidak lenyap. Ia masih menjadi hewan pemangsa yang terbilang agresif. Para pemilik kucing rata-rata pernah menyaksikan kucing peliharaannya membawa hewan hasil buruannya, baik dalam keadaan hidup maupun sudah mati, ke rumah mereka -- entah itu kadal, kupu-kupu, capung, katak, burung, belalang, bunglon, bahkan ular.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X