KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

- Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB
Pawai kemerdekaan siswa SD 1 Darul Hikam Bandung menyambut HUT ke-77 Republik Indonesia | Adanya penerapan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka (KurMer) di dunia pendidikan, ternyata ini juga menarik perhatian kalangan pekerja seni. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Pawai kemerdekaan siswa SD 1 Darul Hikam Bandung menyambut HUT ke-77 Republik Indonesia | Adanya penerapan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka (KurMer) di dunia pendidikan, ternyata ini juga menarik perhatian kalangan pekerja seni. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Adanya penerapan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka (KurMer) di dunia pendidikan Indonesia, ternyata ini juga menarik perhatian kalangan pekerja seni.

“Menarik untuk diperbincangkan, dikaji dan dipahami, mengapa menarik? Karena Kurikulum Merdeka  merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi,” ujar Drs. Nonot Sukrasmono, seorang pekerja seni di Sidoarjo.

Dalam proses pembelajaran, pendidik memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Di dalam kurikulum ini terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila.

Di mana dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek ini tidak bertujuan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Baca Juga: Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

“Inti dari kurikulum merdeka ini adalah Merdeka Belajar. Hal ini peserta didik bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki minat yang berbeda, maka tolok ukur yang dipakai untuk menilai tidak sama.

Kemudian anak juga tidak bisa dipaksakan mempelajari suatu hal yang tidak disukai sehingga akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi peserta didik dan sekolah,” kata Nonot Sukrasmono yang juga guru Seni Budaya di SMAN 1 Taman Sidoarjo.

Penerapan Kurikulum Merdeka terbuka untuk seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan kesetaraan. Selain itu, satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Pilihan yang paling sesuai mengacu pada kesiapan satuan pendidikan sehingga implementasi Kurikulum Merdeka semakin efektif jika makin sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X