Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

- Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB
Rombongan Mangkunegara VII serta Gusti Kanjeng Ratu Timoer (tengah) berfoto di taman atas Hotel Isola. (Moii Bandoeng, 1935)
Rombongan Mangkunegara VII serta Gusti Kanjeng Ratu Timoer (tengah) berfoto di taman atas Hotel Isola. (Moii Bandoeng, 1935)

Raja Surakarta dan Istri menyaksikan pemandangan serta deretan pegunungan di sekeliling Kota Bandung yang indah di taman atas Hotel Isola.

Villa Isola yang merupakan kediaman  D. W. Berretty tak bisa dipungkiri merupakan sebuah maha karya yang sangat monumental pada saat itu. Dibangun pada tahun 1933, Villa Isola telah melewati batas zaman dari sisi arsitektur dan keindahan taman di sekelilingnya.

Maka tak heran banyak orang ingin berkunjung dan menikmati keindahan bangunan Isola Yang ikonik serta taman parterre nya yang sangat luas. Bahkan boleh disebut pada saat Berretty masih hidup, villa beliau telah dijadikan seperti semacam lokasi piknik oleh masyarakat, terutama kelompok masyarakat Eropa dari golongan atas di Hindia Belanda.

Dikutip dari buku “YANG BERTAHAN BERSAMA WAKTU – Het Gebouw Die Meegaan Met De Tijd” karya R. Kurnia” disana dituliskan bahwa “pada tanggal 20 Oktober 1933, grup wisatawan dari Kon Instituut van Ingenieurs atau Institut Insinyur Keratuan Belanda pernah mengadakan acara tamasya di Villa Isola”.

Baca Juga: Mengenal Sosok 'The Killer' di Balik Toko Akiat, Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

Selain kalangan atas Eropa di Hindia Belanda, Villa Isola pun sering dikunjungi oleh pembesar lokal terutama ketika status villa telah diakuisisi oleh P. J. A van Es dan berubah nama menjadi Hotel Isola. Pembesar lokal yang datang mengunjungi Isola salah satunya adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII dan istrinya Permaisuri GRA. Mursudarijah atau GKR Timur dari Surakarta.

Menurut situs puromangkunegaran.com, Mangkunegara VII adalah seorang raja dari keraton Surakarta yang berpandangan modern. Beliau berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayahnya melalui usaha perkebunan (onderneming), terutama komoditas gula. Mangkunegoro VII adalah salah satu tokoh organisasi pergerakan nasional Boedi Oetomo.

Pada tanggal 1 April 1933, Mangkunegara VII memprakarsai berdirinya radio pribumi pertama yaitu Solosche Radio Vereniging (SRV) sebagai bentuk perlawanan terhadap BelandaStasiun radio ini memancarkan program-program dalam bahasa Jawa. SRV memiliki jangkauan luas hingga ke Belanda. SRV menjadi bibit berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI).

Baca Juga: Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X