Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

- Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
Peta peta topografi Lembar Ujungberung tahun 1910. Cinambo berada di selatan Ujungberung, yang kawasannya masih berupa persawahan.  (Peta: KITLV Heritage Collection.)
Peta peta topografi Lembar Ujungberung tahun 1910. Cinambo berada di selatan Ujungberung, yang kawasannya masih berupa persawahan. (Peta: KITLV Heritage Collection.)

Di Cekungan Bandung, ada nama geografi Cinambo yang berada di selatan Ujungberung, Kota Bandung dan Nambo di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Kata nambo nyaris tidak dikenal oleh masyarakat Jawa Barat. Kata itu hanya ada dalam kamus karya Jonathan Rigg (1862) A Dictionary of the Sunda Language of Java. Nambo bermakna dasar dari aliran sungai tua yang sudah ditinggalkan karena aliran sungainya sudah berpindah atau bergeser secara alami. Umumnya aliran sungai yang berpindah-pindah berada di kawasan yang datar, sehingga aliran sungainya membentuk meander.

Oleh karena itu, kawasan dengan nama geografi Nambo atau Cinambo, dapat dipastikan ronabuminya lebih rendah dari tempat di sekitarnya.

Untuk menjawab mengapa dan bagaimana ronabumi kawasan Cinambo itu berproses membentuk meander, tidak dapat dilepaskan dari Danau Bandung Purba. Danau alami ini terbentuk karena ada sungai yang terbendung oleh material letusan Gunung Sunda sebanyak 66 km kubik, yang terjadi 105.000 tahun yang lalu. Lokasi terbendungnya sungai itu di utara Padalarang, 15 km di selatan pusat letusan.

Baca Juga: Tinjauan Buku: Masyarakat dan Burung di DAS Ci Tarum

Paras air Danau Bandung Purba mencapai ketinggian +725 m dpl. Danau Bandung Purba membentang dari Cicalengka hingga Rajamandala. Danau Bandung purba terbagi menjadi dua danau yang terpisah, yaitu Danau Bandung Purba Timur, luasnya 513,27 km persegi dengan keliling danau 238,791 km. Danau Bandung Purba Barat, luasnya 237 km persegi dengan keliling 220 km. Kedua danau ini dipisahkan oleh pematang tengah yang berupa jajaran gunungapi instrusif berumur 4 juta tahun.

Di utara, pantai Danau Bandung Purba berada di sekitar perempatan Jl Ir H Djuanda dengan Jl Merdeka - Jl LL RE Martadinata, mengikuti garis ketinggian +725 m dpl. Di selatan paras danau sampai di Ciparay, Majalaya, Banjaran, dan Soreang. Sebagai contoh, di tempat yang saat ini berupa stasiun Gedebage (+ 672 m dpl), kedalaman danaunya mencapai 53 meter.

Sebelum 105.000 tahun yang lalu, dasar Cekungan Bandung tidaklah rata, melainkan ada bukit dan lembah. Selama 89.000 tahun, kawasan ini menjadi danau, selama itu berbagai material mengendap mengisi lembah bahkan endapannya semakin tinggi melampaui ketinggian bukit-bukitnya. Ketebalan endapan danaunya ada yang mencapai lebih dari 100 m. Karena faktor air danau dengan permukaan air yang datar, dengan waktu genang yang sangat lama, maka permukaan endapan danau menjadi datar. Inilah yang menjadi dasar Cekungan Bandung.

Baca Juga: Nama Geografi dari Tiga Jenis Burung Berparuh Besar

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB

Galang Rambu Anarki, BBM, dan Regsosek

Rabu, 7 September 2022 | 16:01 WIB
X