Menyorot Program Kurikulum Merdeka dan Tantangan yang Dihadapinya

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PTM 100 persen di Kota Bandung | Kemendikbudristek memastikan bahwa bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
PTM 100 persen di Kota Bandung | Kemendikbudristek memastikan bahwa bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Sebagaimana telah dimaklumi bersama, bahwa pendidikan adalah termasuk hal yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Hal ini dapat dimaklumi karena pendidikan dapat mengantarkan seseorang meraih kemuliaan. Baik kemuliaan di mata Tuhan maupun sesama manusia.

Pendidikan yang baik bermula dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Orangtua, ayah maupun ibu, harus berupaya mendidik anak-anaknya dengan pendidikan baik dan berkualitas saat di rumah. Pendidikan yang dimaksudkan di sini lebih kepada keteladanan. Jadi bukan sekadar nasihat tanpa bukti nyata.

Sementara itu, pendidikan di luar rumah, kita bisa memercayakannya pada berbagai lembaga pendidikan yang ada, baik yang formal maupun nonformal. Seperti sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren.

Bicara tentang pentingnya pendidikan, tentu pemerintah terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi para generasi bangsa. Berbagai program melalui Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) sengaja dibuat untuk kemajuan pendidikan di negeri ini.

Perlu dipahami bahwa Kemendikbudristek memang mempunyai tugas untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara (kemdikbud.go.id).

Yang terbaru, Mendikbudristek yakni Nadiem Anwar Makarim, sedang berupaya menggalakkan program Kurikulum Merdeka, sebagai salah satu program alternatif bagi para pengelola lembaga pendidikan di negeri ini seperti sekolah-sekolah.

Kemendikbudristek memastikan bahwa bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana.

Baca Juga: Kurikulum Merdeka, Relevankah dengan Kebutuhan dan Kemampuan Siswa?

“Mulai tahun ajaran 2022/2023 ini, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih secara sukarela oleh satuan pendidikan,” tegas Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, pada Jumat, 15 Juli 2022 di Jakarta (kemdikbud.go.id).

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memahami Diri dan Orang Lain dengan Komedi Putar

Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Nama Bangunan yang Menjadi Nama Desa dan Kelurahan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Hidup Jangan Kebanyakan Sambat

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB
X