Kurikulum Merdeka, Relevankah dengan Kebutuhan dan Kemampuan Siswa?

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:14 WIB
SMAN 1 Bandung saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) | Lalu, sebenarnya bagaimana teori atau konsep Kurikulum Merdeka yang saat ini mulai diterapkan di berbagai satuan pendidikan? (Ayobandung.com/Kavin Faza)
SMAN 1 Bandung saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) | Lalu, sebenarnya bagaimana teori atau konsep Kurikulum Merdeka yang saat ini mulai diterapkan di berbagai satuan pendidikan? (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Lalu, sebenarnya bagaimana teori atau konsep Kurikulum Merdeka yang saat ini mulai diterapkan di berbagai satuan pendidikan?

Dewasa ini, dunia pendidikan mulai mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai program yang digulirkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) seperti Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka adalah upaya untuk mengakomodir kebutuhan siswa menyambut perubahan zaman.

Seperti diketahui zaman telah berubah begitu pesat. Perkembangan teknologi dan informasi semakin melaju seiring dengan perubahan perilaku kehidupan manusia. Dulu, untuk mencari informasi, orang-orang butuh bacaan seperti koran, radio, atau televisi. Lewat perangkat-perangkat tersebut, siapa pun bisa mengetahui informasi dari berbagai daerah. Informasi seputar ekonomi, seni, budaya, bahkan berita kriminal kerap disajikan dalam media tersebut.

Namun, seiring perubahan zaman, sekarang tak butuh ribet dengan media koran atau televisi. Untuk mengetahui berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia, kita bisa mengaksesnya lewat gawai di genggaman. Lewat media internet kita sudah bisa menyaksikan berbagai berita seputar ekonomi dan informasi lainnya.

Perkembangan dan perubahan zaman dengan segala kecanggihannya inilah yang menjadi alasan Kemendikbudristek untuk menerapkan kurikulum baru yakni Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini sudah cukup lama dipersiapkan sehingga, pada tahun pelajaran 2022/2023 ini sejumlah satuan pendidikan sudah mulai menerapkannya.

Konsep Kurikulum Merdeka

Selama ini, terutama wali siswa yang awam, banyak bertanya perihal kurikulum yang konon kerap berubah-ubah? Bahkan, ada yang kerap bertanya, “Haruskah selalu ganti kurikulum? Apakah setiap ganti Menteri harus ganti kurikulum?”

Dalam siaran pers yang dilaksanakan pada Jumat (15 Juli 2022), sebagaimana dikutip dari laman kemdikbud.go.id, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menjelaskan bahwa, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 lalu sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Lalu, sebenarnya bagaimana teori atau konsep Kurikulum Merdeka yang saat ini mulai diterapkan di berbagai satuan pendidikan?

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memahami Diri dan Orang Lain dengan Komedi Putar

Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Nama Bangunan yang Menjadi Nama Desa dan Kelurahan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Hidup Jangan Kebanyakan Sambat

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB
X