Wisata dari Titik Nol Bandung

- Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB
Perjalanan wisata dari titik nol Bandung terutama dengan berjalan kaki sangat menyenangkan apalagi dilakukan saat pagi atau sore hari. (Ayobandung/Anya Dellanita)
Perjalanan wisata dari titik nol Bandung terutama dengan berjalan kaki sangat menyenangkan apalagi dilakukan saat pagi atau sore hari. (Ayobandung/Anya Dellanita)

Perjalanan wisata dari titik nol Bandung terutama dengan berjalan kaki sangat menyenangkan apalagi dilakukan saat pagi atau sore hari.

Bandung merupakan salah satu kota wisata UNESCO Creative Cities Network (UCCN), menjadikan Bandung sebagai kota tujuan wisata yang digemari baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keberadaan Bandung tidak terlepas dari sejarah awal mula terbentuknya kota ini.

Pada tanggal 25 September 1810, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels memerintahkan Bupati Wiranatakusuma II memindahkan Ibu Kota Kabupaten Bandung dari Dayeuhkolot ke daerah Alun-alun.  Titik nol kilometer ditandai saat Daendels menancapkan tongkatnya pada tahun 1810.  Kala itu bersama Bupati Wiranatakusumah II mendatangi hutan yang dilalui jalur Grote Postweg atau Jalan Raya Pos.  Daendels menancapkan tongkat kayu lalu berkata "Zorg, dats als ik terug kom hier een stad is gebouwd," yang berarti "Usahakan, jika aku datang kembali ke sini, di daerah ini telah dibangun sebuah kota". Tanggal surat keputusan tersebut pun menandai lahirnya Kota Bandung, dan tempat tongkat Daendels ditancapkan menjadi titik awal pembangunan Kota Bandung yang sekarang dikenal dengan titik nol kilometer Bandung.

Tugu nol kilometer dan monumen Stoomwals didedikasikan untuk ribuan rakyat Jawa Barat yang menjadi korban kerja paksa saat proyek pembangunan Jalan Raya Pos. Di tugu nol kilometer juga terdapat replika wajah dari Daendels, Bupati Wiranatakusumah, Soekarno, dan Gubernur Jawa Barat pada tahun 1945, Mas Soetardjo Kertohadikusumo.

Perjalanan wisata dari titik nol Bandung terutama dengan berjalan kaki sangat menyenangkan apalagi dilakukan saat pagi atau sore hari.  

Beberapa destinasi wisata dapat dinikmati bermula dari titik nol Bandung.

Baca Juga: Gunung Papandayan: Kawah Cinta Calon Tsar Rusia hingga Putra Mahkota Kerajaan Austria-Hongaria

Dari titik nol, menyusuri jalan Asia Afrika yang sangat legendaris dan memiliki nilai sejarah serasa sedang menikmati perjalanan di kota tua Eropa.  Bagunan bersejarah tampak sekeliling titik nol seperti hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka.  Samping gedung Merdeka, terdapat sentuhan kreatifitas saat menyusuri jalan Dr. Ir. Sukarno karena terdapat air mancur berwarna warni.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memahami Diri dan Orang Lain dengan Komedi Putar

Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Nama Bangunan yang Menjadi Nama Desa dan Kelurahan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Hidup Jangan Kebanyakan Sambat

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB
X