7 Cara Merawat Buku agar Tak Lekas Rusak Dimakan Rayap

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:08 WIB
Calon pembeli memilih buku di Pasar Buku Palasari, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung | Inilah tujuh kiat atau cara merawat buku koleksimu di rumah agar tak mudah rusak dan menjadi santapan rayap.    (Ayobandung.com/Magang/Algifari Tohaga Abdillah)
Calon pembeli memilih buku di Pasar Buku Palasari, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung | Inilah tujuh kiat atau cara merawat buku koleksimu di rumah agar tak mudah rusak dan menjadi santapan rayap. (Ayobandung.com/Magang/Algifari Tohaga Abdillah)

Inilah tujuh kiat atau cara merawat buku koleksimu di rumah agar tak mudah rusak dan menjadi santapan rayap.

Memiliki koleksi ratusan hingga ribuan buku merupakan hal yang biasa bagi seorang penulis dan juga para pencinta buku.

Namun, persoalan yang kerap dialami mereka yang memiliki koleksi buku tersebut ialah kurang bisa merawatnya dengan baik.

Ya, buku-buku, bila tak dirawat dengan baik, tentu akan cepat rusak dan dimakan oleh kutu buku seperti rayap, semut, dan binatang-binatang sejenisnya yang gemar menjadikan kertas sebagai sarang sekaligus santapan empuk mereka.

Beberapa waktu yang lalu saya mengalaminya sendiri. Karena rak di ruang tamu sudah penuh dengan buku-buku, maka buku-buku lain koleksi saya yang jumlahnya sangat banyak tersebut saya taruh di lemari ruang tengah. Memang, lemari tersebut lemari biasa, bukan didesain khusus untuk buku, sehingga ada bagian (rak) yang kondisinya agak lembap.

Betapa kagetnya saya ketika mengambil dua buku di lemari tersebut, pas dibuka kondisi sebagian kertasnya hancur dimakan kutu buku, semacam rayap kecil yang bentuk tubuhnya putih kusam dan gepeng.

Padahal, kondisi sampul depan dan belakang masih sangat bagus dan mulus. Bila dilihat dari luar seperti buku yang masih utuh dan belum rusak. Akhirnya, saya pun terpaksa membakar buku tersebut. Selain kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan, juga agar tidak menulari buku-buku lainnya.

Ya, buku-buku yang dimakan kutu buku memang sangat berbahaya bila disimpan kembali, apalagi digabungkan dengan buku-buku lain yang kondisinya masih utuh. Karena buku yang sudah pernah dimakan kutu buku itu ibarat virus penyakit yang akan menularkan penyakitnya kepada buku-buku yang berada di dekatnya.

Baca Juga: Cicalengka dalam Buku Panduan Perjalanan Tahun 1891-1930

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X