Societeit Soekasari di Cicalengka antara Tahun 1891 hingga 1941

- Minggu, 31 Juli 2022 | 12:39 WIB
Societeit Soekasari di Cicalengka disahkan keberadaannya melalui keputusan pemerintah tanggal 29 Januari 1891.  (Sumber: De Locomotief, 4 Februari 1891.)
Societeit Soekasari di Cicalengka disahkan keberadaannya melalui keputusan pemerintah tanggal 29 Januari 1891. (Sumber: De Locomotief, 4 Februari 1891.)

Katanya, lokasi tempat Societeit Soekasari berada dikenal oleh warga Cicalengka sebagai Kampung Susitet.

Bagaimana pergaulan orang-orang Eropa zaman dulu di Cicalengka? Apakah ada klub khusus yang menghimpun orang-orang Belanda saat itu? Adakah gedung khusus tempat mereka bertemu, mendengarkan musik, menonton tunil atau teater, seperti halnya Societeit Concordia dan Ons Genoegen di Kota Bandung?

Saya menemukan jawabannya pada sebuah nama perhimpunan dan gedung yang disebut sebagai Societeit Soekasari atau kadang-kadang ditulis Soekasarie. Saya sempat bertanya-tanya di mana lokasi persis gedung tempat kongkow-kongkow orang-orang Eropa yang pada zaman Belanda bermukim di Cicalengka.

Beruntung saya mendapatkan titik terangnya dari salah seorang guru saya sewaktu sekolah menengah, Drs. Agus Rama Krishna (22 Juli 2022). Pada gilirannya, ia mendapatkan informasinya dari para sesepuh Cicalengka.

Katanya, lokasi tempat Societeit Soekasari berada dikenal oleh warga Cicalengka sebagai Kampung Susitet. Sementara gedungnya sendiri dikenal sebagai Gedung Ballroom, yang saat ini dikontrak oleh Dokter Gofar. Tepatnya posisi gedung yang angka titimangsa “Anno 1920” itu berada di Jalan Raya Barat Cicalengka, sebelah di sebelah timur kantor Desa Cicalengka Kulon.

Semula saya menduga gedung Societeit Soekasari adalah yang sekarang dikenal sebagai Gedung Pertemuan Rakyat Siliwangi atau Gedung Nasional (GDN), yang sama-sama berada di Jalan Raya Barat Cicalengka, di seberang Gang Andu, atau sedikit di timur gedung bertitimangsa “Anno 1920”.

Menurut salah satu sumber (busertransonline.wordpress.com, 29 Desember 2014), berdasarkan informasi yang diperoleh dari narasumber Samsi Holil (81 tahun pada 23 Desember 2014), GDN sempat dijadikan sebagai tempat melepas lelah para pejuang Indonesia pada tahun 1947. Di sana, antara lain, dikatakan, “Nama Gedung Pertemuan Rakyat Siliwangi menjadi berubah nama menjadi Gedung Nasional (GDN) padahal dulu bernama Sutet yang dibangun tahun 1964 ...”

Sementara menurut informasi yang dihimpun Abah Agus, GDN dibangun pada tahun 1965 sebagai inisiatif Batalyon 308 dan tokoh masyarakat dan pengusaha Cicalengka saat itu,

Berkekuatan Hukum sejak 1891

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X