Fenomena Sosial Citayam Fashion Week: Dari Harajuku, Gangnam, hingga La Sape

- Jumat, 29 Juli 2022 | 16:31 WIB
Ajang Citayam Fashion Week, bukan lagi sekedar fenomena fashion, namun lebih tepat disebut sebagai fenomena sosial. (Instagram/citayamfashionweek.jkt)
Ajang Citayam Fashion Week, bukan lagi sekedar fenomena fashion, namun lebih tepat disebut sebagai fenomena sosial. (Instagram/citayamfashionweek.jkt)

Citayam Fashion week, sebuah ajang yang disebut-sebut sebagai Fashion Street asli Indonesia, yang digagas oleh sekumpulan anak tongkrongan di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) di Dukuh Atas, Jakarta.

Kiprah anak-anak muda yang membuat sebuah ajang lenggak-lenggok dunia mode dengan busana unik seadanya di tempat yang tidak biasa kini tengah viral karena kekuatan media sosial.

Citayam Fashion Week, menjadi unik karena dunia fashion yang sejatinya dimonopoli oleh mereka yang berduit, seakan dimentahkan dalam ajang tersebut.

Ale, salah satu penggagas ajang ini, dalam sebuah wawancara bersama Deddy Corbuzier di kanal Youtube miliknya, mengatakan justru anak-anak yang wara-wiri menjadikan zebra cross sebagai catwalk tersebut berasal dari kelompok masyarakat kelas bawah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam Instagram pribadinya, 25 Juli 2022, menyebutkan bahwa Citayam Fashion Week adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuh kembangnya harus natural dan organik pula.

Biarkan gerakan tersebut berjalan apa adanya tanpa perlu campur tangan pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain agar tidak mati begitu saja sebelum memiliki bentuknya sendiri.

Ide serta kreativitas anak-anak tongkrongan Dukuh atas ini patut diacungi jempol, karena mereka mampu mengadakan sebuah gerakan besar tanpa campur tangan orang-orang yang memiliki power. Tak heran bila kini Citayam Fashion Week, membuat anak-anak muda di beberapa daerah mereplikasinya.

Sebut saja Kota Malang, Sukabumi, Bandung dan Cimahi, seakan latah mengikuti gerakan ini. Sama seperti di tempat asalnya di SCBD, aksi anak-anak muda tersebut menimbulkan beragam reaksi masyarakat.

Baca Juga: Aparat Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Citayam Fashion Week di Kota Cimahi

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

C.E. Ploem, Pengusaha dari Nagreg (1894-1908)

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:50 WIB

Nasionalisme Terhenti di Proklamasi?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:44 WIB

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB
X