Kekeliruan Penulisan Nama Geografi yang Diwariskan

- Jumat, 29 Juli 2022 | 15:25 WIB
Gunung Sembung pertama kali dicatat oleh Bujangga Manik, kemudian ditulis dalam Kaart van de Priangse landen (antara 1650 - tahun 1750) dengan nama geografi Sambong.  (Diberi garis tebal oleh penulis.)
Gunung Sembung pertama kali dicatat oleh Bujangga Manik, kemudian ditulis dalam Kaart van de Priangse landen (antara 1650 - tahun 1750) dengan nama geografi Sambong. (Diberi garis tebal oleh penulis.)

Kekeliruan nama geografi dalam peta harus dibetulkan dan Gunung Sembung sebaiknya dijadikan sebagai cagar budaya.

Beuteung bogoh ku sakitu,
saa(ng)geusing milang gunung,
saleumpang ti Panenjoan,
sacunduk ka Gunung Sembung,
eta huluna Ci Tarum,
di inya aing ditapa,
sa(m)bian ngeureunan palay.

Begitu mengagumkan semua itu,
setelah menyebut nama-nama gunung,
lalu berangkat dari Panenjoan,
sampailah ke Gunung Sembung,
ini hulunya Ci Tarum,
di situ aku bertapa,
sambil melepas lelah.

Inilah penggalan kisah Bujangga Manik (J Noorduyn dan A Teeuw, 2009. Tiga Pesona Sunda Kuna. Jakarta: Pustaka Jaya), tohaan pengelana dari Kerajaan Sunda pada awal abad ke-16. Dia melakukan perjalanan untuk mengunjungi pusat-pusat keagamaan, dan menziarahi tempat-tempat sakral di sepanjang Pulau Jawa dan Pulau Bali. Tidak lupa ia meratakan tempat untuk beribadat, menegakkan menhir, dan membuat arca.

Dari kisah Bujangga Manik ini menyiratkan, bahwa pada awal abad ke-16, di Jawa Barat, khususnya, sudah terdapat jalan-jalan setapak yang hidup, yang biasa dilalui oleh penduduknya, yang menghubungkan satu kampung dengan kampung lainnya.

Setelah dari Panenjoan di Gunung Papandayan, sampailah Bujangga Manik di Gunung Sembung. Bujangga Manik mencatat, bahwa Gunung Sembung itu sebagai hulu Ci Tarum. Di Gunung Sembung inilah ia beribadat, membersihkan dan menyapu dengan sungguh-sungguh, mendirikan lingga, membuat arca, dan membuat monumen.

Nama geografi Gunung Sembung, pertama kali dicatat oleh Bujangga Manik pada awal abad ke-16 itu, kemudian ditulis dalam Kaart van de Priangse landen, yang dibuat antara tahun 1650 dan tahun 1750 dengan nama geografi Sambong. Dalam Peta Tanah Priangan yang dibuat sesuai arah kedatangan pembuat peta, sehingga bagian pantai utara Jawa berada di selatan peta.

Baca Juga: Nama Kampung yang Keliru Ditulis: Kampung Sentakdulang, Tembongkanjut, dan Kampung Sampireun

Gelar Taufiq Kusumawardhana dan Karguna Purnama Harya (2022), dalam bukunya Bujangga Manik, Gunung Sembung, dan Hulu Ci Tarum, dengan sangat rinci menelusuri sumber-sumber, seperti peta-peta kuno yang pernah terbit dan masih dapat dibuka di dunia maya. Gunung Sembung itu nama geografi yang pertama kali dicatat oleh Bujangga Manik sebagai hulu Ci Tarum. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X