Peresmian Jalur Kereta Api Cicalengka-Garut pada 14 Agustus 1889

- Jumat, 22 Juli 2022 | 15:18 WIB
Stasiun Garut sekitar tahun 1895. ( Sumber: collectie.wereldculturen.nl, TM-10015117.)
Stasiun Garut sekitar tahun 1895. ( Sumber: collectie.wereldculturen.nl, TM-10015117.)

Lima tahun setelah peresmian jalur kereta api Cianjur-Cicalengka, jalur Cicalengka-Garut diresmikan pada 14 Agustus 1889.

Bahkan lebih istimewa dibandingkan peresmian jalur Cianjur-Cicalengka, karena jalur Cicalengka-Garut diresmikan oleh orang nomor satu di Hindia Belanda, yaitu Gubernur Jenderal Cornelis Pijnacker Hordijk (1847-1908).

Bagaimana proses pembangunan jalur itu hingga diresmikan oleh gubernur jenderal Hindia Belanda? Untuk menjawabnya, saya mengandalkan kliping koran lama berbahasa Belanda, ditambah buku yang juga berbahasa Belanda dan berkaitan dengan perjalanan ke Priangan menjelang akhir abad ke-19. Plus buku berbahasa Indonesia yang membahas sejarah pembangunan jalur kereta api di Priangan.

Menurut Tim Telaga Bakti Nusantara (Sejarah Perkeretaapian Indonesia, 1997:164-165), pembangunan jalur kereta api Cicalengka-Garut bertautan didasarkan pada Undang-undang 24 Desember 1886 yang tertuang dalam Staatsblad Nomor 254.

Pelaksanaan pembangunannya sendiri mulai dilakukan pada 1887. Pembangunannya dibagi menjadi dua seksi, yaitu seksi 1 Cicalengka-Leles sepanjang 20.012,85 meter dan seksi 2 Leles-Garut sepanjang 30.668,76 meter. Pada seksi 1, 751,82 meter dari Cicalengka jalannya membentang dengan kemiringan 1:50 menembus lembah Cibodas dan mencapai celah Nagreg berketinggian 875 meter (Agus Mulyana, Sejarah Kereta Api di Priangan, 2017: 97-100).

Pengalaman Marius Buys

 

Kepala eksploitasi mengumumkan pembukaan layanan jalur kereta api Cicalengka-Garut sejak 15 Agustus 1889, sehari setelah diresmikan oleh gubernur jenderal. ( Sumber: Bataviaasch Nieuwsblad, 6 Agustus 1889.)

Pada awal pembangunannya dikabarkan bahwa karena hendak mencari posisi yang lebih baik ketika harus melalui lereng gunung di dekat Nagreg, posisi jalur kereta api sedikit diubah. Modifikasinya telah diplot di situ dan pengukuran panjang levelingnya sudah dilakukan (De Locomotief, 17 Mei 1887).

Selama pengerjaan jalur dari Cicalengka ke Garut, ada penulis yang secara panjang lebar menggambarkan pembangunan jalur itu. Namanya menggunakan inisial MB. Tulisannya mula-mula tayang dalam koran Bataviaasch Nieuwsblad edisi 19 November 1887 hingga 21 November 1887. Tulisannya berjudul “Een Spoorweg in Aanleg” (jalur kereta sedang dibangun). Seri tulisan itu kemudian dimuat sambung dalam Opregte Haarlemsche Courant edisi 6, 7, dan 9 Desember 1887.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X