Musim Kondangan dan Fenomena Amplop Digital

- Selasa, 19 Juli 2022 | 19:30 WIB
Ilustrasi uang rupiah | Bicara tentang amplop kondangan, seiring berjalannya waktu, kini mulai ada pergeseran. Ya, sekarang muncul istilah amplop digital. (Unplash/Muhammad Daudy)
Ilustrasi uang rupiah | Bicara tentang amplop kondangan, seiring berjalannya waktu, kini mulai ada pergeseran. Ya, sekarang muncul istilah amplop digital. (Unplash/Muhammad Daudy)

Bicara tentang amplop kondangan, seiring berjalannya waktu dan canggihnya teknologi, kini mulai ada pergeseran. Ya, sekarang muncul istilah amplop digital.

Berdasarkan pengamatan saya selama ini, biasanya musim ‘kondangan pernikahan’ jatuh pada bulan Syawal dan Zulhijah. Biasanya usai lebaran Idulfitri dan Idul Adha, orang-orang memanfaatkannya untuk menggelar resepsi pernikahan.

Di daerah saya (daerah-daerah lain, saya pikir juga sama) orang yang akan menghelat pesta pernikahan pada umumnya akan mendatangkan para rewang atau juru masak, baik itu berasal dari tetangga terdekat maupun kerabat. Mereka akan saling bahu-membahu, membantu si pemilik hajatan agar acara berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Bahkan sebagian orang yang menghelat hajatan pernikahan akan membentuk semacam ‘panitia khusus’. Panita khusus ini nantinya yang akan bertanggung jawab secara penuh ketika pesta pernikahan sedang berlangsung. Masing-masing memiliki tugas beragam, seperti menjemput (menyambut) para tamu di depan gerbang, mendata atau melakukan presensi siapa saja yang hadir, hingga mengatur parkir kendaraan milik orang-orang yang datang kondangan. Namun menurut saya, intinya seluruh panitia memiliki tugas sama, yakni berusaha menyambut kedatangan para tamu dan melayani mereka dengan baik dan memuaskan.

Sebelum hari H pernikahan berlangsung, biasanya pihak si pemilik hajatan menyuruh para rewang untuk mengunjungi rumah orang-orang yang akan diundang sambil membawa bingkisan dan undangan (yang ditaruh di dalam bingkisan tersebut). Bingkisan tersebut ada yang berisi sekotak nasi lengkap dengan aneka lauk atau satu kotak kue, bahkan ada juga yang berupa satu kantong berisi aneka sembako sekadarnya seperti gula pasir, teh, roti, dan beberapa mie instan.

Memang, bingkisan tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Tapi di dalamnya berisi undangan pernikahan yang tentu saja kita harus berupaya menghadirinya sambil membawa angpao atau amplop berisi sejumlah uang. Meskipun sebenarnya membawa amplop dalam acara resepsi pernikahan bukan perkara wajib, tapi berhubung hal ini sudah menjadi semacam ‘adat’ dan berlaku secara umum, maka kalau hanya datang tanpa membawa amplop di tangan, rasanya sangat aneh dan bisa saja kehadiran kita akan menjadi pusat perhatian: dilirik sinis dan menjadi bahan gunjingan orang-orang, hehehe.

Baca Juga: Prasmanan, Budaya dari Prancis yang Jadi Gaya Kuliner Khas Indonesia

Kalau menurut saya, ketika ingin memberikan amplop, niatkan saja sebagai sedekah atau menyumbang mempelai sekaligus mengharap rida-Nya (berusaha menyumbang karena Allah atau lillahi ta’ala), agar apa yang kita berikan bernilai pahala di sisi-Nya. Jadi berusahalah jangan ada niat lain misalnya minta “balasan amplop” yang sama ketika suatu hari kita menggelar hajatan.

Selanjutnya, perihal seberapa besar nominal isi amplop yang kita berikan, biasanya disesuaikan dengan siapa yang mengundang. Kalau yang menghelat hajatan masih termasuk sahabat atau kerabat yang cukup dekat, biasanya nominalnya lebih banyak dibandingkan nominal yang diberikan untuk tetangga atau teman yang tak begitu akrab.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X