Dua Nama Geografi yang Sering Keliru Dimaknai

- Selasa, 19 Juli 2022 | 15:30 WIB
Gunung Guntur di Garut. Ada dua nama geografi di Jawa Barat yang sering keliru dimaknai, yaitu Cipetir dan Gunung Guntur. (T Bachtiar)
Gunung Guntur di Garut. Ada dua nama geografi di Jawa Barat yang sering keliru dimaknai, yaitu Cipetir dan Gunung Guntur. (T Bachtiar)

Ada dua nama geografi di Jawa Barat yang sering keliru dimaknai, yaitu Cipetir dan Gunung Guntur.

Kata petir dalam nama geografi Cipetir, dikiranya berasal dari kata petir dalam bahasa Indonesia yang berarti kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) - Kamus versi online/daring (dalam jaringan).

Demikian juga kata guntur dalam Gunung Guntur, sering dikira berasal dari bahsa Indonesia guntur yang berarti suara menggelegar di udara (disebabkan oleh halilintar); guruh atau geledek.

Padahal kedua nama geografi itu berada di wilayah Jawa Barat yang masyarakatnya berbahasa Sunda, sehingga maknanya berbeda.

Petir, ngaran sarupa peuteuy (R Satjadibrata, Kamus Basa Sunda, 2005), nama sejenis petai. Petir (Parkia Intermedia Hassk) berbentuk pohon yang tingginya antara 10 m sampai dengan 20 m. Bila untuk dimakan, antara petir dengan petai itu rasa dan aromanya lebih disukai petai dari pada petir.

Namun, di beberapa daerah, pohon petir ada yang menjadi ciri bumi atau penanda kawasan, kemudian tempat itu dinamai Cipetir, seperti di Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, di Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, dan  Cipetir di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Pada tahun 1885, Desa Tjipetir (Cipetir), Kabupaten Sukabumi, menjadi sangat terkenal karena menjadi perkebunan pohon getah perca (Palquium Gutta). Di sana dibangun Perkebunan Tjipetir. Dari pohon guta perca ini diambil getahnya, yang sangat berguna pada masa revolusi industri hingga perang dunia.

Dalam K Heyne (1927), getah perca (karet oblong) ini bersifat sangat keras, tapi bila dipanaskan pada suhu 50 derajat C atau lebih, akan menjadi kenyal, dan kembali ke bentuk terakhir bila suhunya kembali mendingin. Itulah sebabnya getah perca ini sangat baik menjadi pembungkus kabel bawah laut. Getah perca ini digunakan untuk kebutuhan medis, untuk gips bagi yang patah tulang dan bahan gigi palsu, dan perabotan rumah tangga.

Baca Juga: Prasmanan, Budaya dari Prancis yang Jadi Gaya Kuliner Khas Indonesia

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X