Prasmanan, Budaya dari Prancis yang Jadi Gaya Kuliner Khas Indonesia

- Senin, 18 Juli 2022 | 20:40 WIB
Penyajian gaya prasmanan dalam sebuah pesta pernikahan.  (Badiatul Muchlisin Asti)
Penyajian gaya prasmanan dalam sebuah pesta pernikahan. (Badiatul Muchlisin Asti)

Budaya kuliner prasmanan ternyata juga menjadi “saksi bisu” kebiadaban penjajahan Prancis di Indonesia, khususnya di tanah Jawa.

Kita sering datang ke sebuah warung makan yang pembeli mengambil sendiri menu yang diinginkan, termasuk sedikit dan banyaknya. Begitu pula saat kita datang ke sebuah pesta, kita sering mendapati pelbagai menu telah tertata rapi di meja terpisah untuk setiap menu, lalu tamu dipersilakan untuk mengambil sendiri menu yang diinginkan.

Cara penyajian makanan seperti itu sering disebut dengan istilah “prasmanan”. Fenomena cara penyajian makanan model prasmanan sampai sekarang masih sering kita dapati. Konsep prasmanan sering kita jumpai di berbagai acara besar seperti pesta pernikahan, peresmian gedung, jamuan di hotel dan restoran, dan lain sebagainya.

Konsep perjamuan prasmanan diminati di Indonesia dan sering dijadikan pilihan saat menghelat acara-acara besar karena selain relatif lebih praktis, juga meminimalisasi jumlah pelayan yang dibutuhkan dalam sebuah pesta perjamuan.

Namun ternyata, cara penyajian makanan seperti itu bukanlah budaya asli masyarakat Indonesia. Melainkan merupakan adopsi dari budaya kuliner dari luar, tepatnya dari Prancis. Namun orang Prancis sendiri sebenarnya menyebut cara penyajian makanan seperti itu bukan dengan istilah “prasmanan”, melainkan dengan istilah buffet.

Suryatini N. Ganie dalam Upaboga di Indonesia (2003) menyebut istilah buffet diartikan sebagai meja besar yang ditaruh dekat pintu masuk restoran-restoran. Di atas meja, hidangan disusun para pelayan dengan maksud agar para tamu mendatangi meja tersebut dan memilih sendiri makanan yang diminatinya.

Baca Juga: Guru Berbulu Monster Jahat

Dalam konteks prasmanan, cara penyajian makanan ala prasmanan atau buffet mengalami modifikasi pada masa kini, yaitu dengan adanya model penyajian makanan pada meja terpisah untuk setiap menu, yang biasa kita jumpai dalam pesta pernikahan. Meja-meja itu biasanya didekorasi sedemikian rupa sehingga menyerupai depot atau kedai mini.

Di Palembang, sebagian orang Palembang hingga sekarang masih ada yang menyebut prasmanan sebagai “makan prancis” atau “resepsi ala Prancis”—yang menunjukkan bahwa prasmanan bukan merupakan tradisi makan lokal asli Indonesia.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB
X