Di Balik Nama Soto Esto, Sajian Soto Khas Salatiga

- Kamis, 14 Juli 2022 | 15:25 WIB
Soto Esto dengan lauk pelengkapnya, aneka sate dan gorengan.  (Badiatul Muchlisin Asti)
Soto Esto dengan lauk pelengkapnya, aneka sate dan gorengan. (Badiatul Muchlisin Asti)

Soto Esto, adalah soto khas Salatiga yang memiliki asal-usul nama yang unik dan jejak historis yang panjang.

Soto termasuk sajian kuliner Indonesia paling populer sekaligus paling banyak variannya. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki versi soto masing-masing. Di Jawa Tengah, soto dijumpai di sejumlah daerah, antara lain yang populer adalah Semarang (Soto Semarang), Kudus (Soto Kudus), Pati (Soto Kemiri), Kebumen (Soto Petanahan), Pekalongan (Tauto), Tegal (Sauto), Blora (Soto Kletuk), dan Boyolali (Soto Seger).

Kota Salatiga—meski nyaris tak pernah disebut sebagai kota yang memiliki sajian soto khas, namun kota yang pernah dijuluki De Schoonste Stad van Midderi-Java atau kota terindah di Jawa Tengah ini memiliki sejumlah soto populer, di antaranya Soto Parmoso, Soto Kesambi, Soto Cak Kur, Soto Reksa, Soto Pak Iket, dan Soto Esto. Dua di antara soto itu, masuk ke dalam 10 Kuliner Bersejarah (Culinary Heritage) yang ditetapkan oleh Pemkot Salatiga, yaitu Soto Kesambi dan Soto Esto.

Soto yang disebut terakhir, yaitu Soto Esto, adalah soto khas Salatiga yang memiliki asal-usul nama yang unik dan jejak historis yang panjang, yang berkelindan dengan sejarah  awal transportasi di Kota Salatiga.

Soto Esto sendiri adalah soto bersantan dengan warna kekuningan—karena menggunakan kunyit dalam bumbunya.  Kuahnya bercita rasa gurih dengan rasa rempah yang kuat. Proteinnya menggunakan ayam kampung—yang menjadi ciri khas sejak berdirinya hingga sekarang.

Baca Juga: Kenapa Kapitan Pattimura Disebut Ahmad Lussy?

Soto Esto disajikan dalam mangkuk. Seporsi Soto Esto berisi nasi dengan kuah yang dipadukan dengan suwiran ayam, taoge, kemudian diberi taburan daun seledri. Setelah itu diberi toping kerupuk karak yang diremuk kasar—yang menjadi ciri khas lain dari Soto Esto.

Sebagai pelengkap menyantapnya, Soto Esto dilengkapi berbagai lauk pendamping sebagaimana soto pada umumnya, yaitu berupa aneka sate seperti sate ayam dan sate telur puyuh; juga gorengan seperti perkedel dan tempe goreng serta kerupuk.

Soto Esto sangat cocok disantap selagi panas atau hangat, sebagai menu sarapan atau makan siang, di tengah kondisi Kota Salatiga yang berhawa dingin.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB
X