Kenapa Kapitan Pattimura Disebut Ahmad Lussy?

- Selasa, 12 Juli 2022 | 15:02 WIB
Sebuah video berisi potongan khutbah Ustaz Adi Hidayat menyatakan bahwa Kapitan Pattimura bernama asli Ahmad Lussy dan seorang Muslim. (Wikimedia Commons)
Sebuah video berisi potongan khutbah Ustaz Adi Hidayat menyatakan bahwa Kapitan Pattimura bernama asli Ahmad Lussy dan seorang Muslim. (Wikimedia Commons)

Sebuah video yang berisi potongan khutbah Ustaz Adi Hidayat yang menyatakan bahwa Kapitan Pattimura —pahlawan nasional — bernama asli Ahmad Lussy dan seorang Muslim, viral di media sosial. Konten itu pun menuai pro dan kontra.

Terlepas dari pro dan kontra pada saat ini, sesungguhnya cerita tentang Kapitan Pattimura versi Muslim sudah lama jadi perdebatan sejak dahulu.

Profil Kapitan Pattimura versi Muslim itu setidaknya bisa dibaca di buku berjudul “55 Tokoh Muslim Indonesia Paling Berpengaruh” karya Salman Iskandar (Tinta Medina, Solo, 2011). Data penulisan biografi Pattimura di buku ini berdasarkan sumber dari sejarawan Islam Prof. Dr. Ahmad Mansur Suryanegara —yang juga menjadi editor ahli buku tersebut.

Di buku itu disebutkan, Pattimura adalah seorang Muslim yang taat. Ia memiliki nama asli Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy. Ia lahir di Hualoy, Seram Selatan, pada 8 Juni 1783.

Ia adalah seorang bangsawan dari Kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Pelayan Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

Mengutip pendapat Ahmad Masur Suryanegara, Pattimura itu marga yang masih ada sampai sekarang. Menurutnya, semua orang Maluku yang bermarga Pattimura ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka, yaitu Pattimura.

Baca Juga: Holywings dan Persoalan Legalitas Miras

Masih menurut Ahmad Mansur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jazirah Al-Muluk (Negeri Para Raja), yang kelak sebutan ini dikenal dengan nama Maluku.

Pattimura, yang disebut Ahmad Mansur merupakan alias dari Ahmad Lussy, meninggal dunia pada 16 Desember 1817. Ia menjalani hukuman mati di atas tiang gantungan di dalam Benteng Victoria, Ambon—setelah sebelumnya ditangkap pasukan Belanda di Siri Sori bersama beberapa pasukannya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X