Holywings dan Persoalan Legalitas Miras

- Senin, 11 Juli 2022 | 15:08 WIB
Dua lokasi outlet Holywings di Kota Bandung resmi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan, imbas dari promosi miras bermuatan SARA. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Dua lokasi outlet Holywings di Kota Bandung resmi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan, imbas dari promosi miras bermuatan SARA. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

Kasus dugaan penistaan dan penodaan agama yang dilakukan Holywings masih terus bergulir di kepolisian.

Enam orang pegawainya sudah dijadikan tersangka, 12 outletnya di DKI dan beberapa daerah lainnya pun ditutup.

Namun demikian, ada pertanyaan yang menggelitik muncul. Bukankah Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia? Tercatat pada 31 Desember 2021, jumlah penduduk yang beragama Islam menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebesar 238,09 juta jiwa atau 86,93% (databoks.katadata.co.id).

Lantas, mengapa bar-bar, kafe ataupun resto-resto semacam Holywings yang menjual minuman keras (miras) bisa beroperasi dan membuka usaha? Tidak hanya itu, supermarket dan hypermarket pun diperbolehkan menjual miras golongan A dengan kadar alkohol 5 persen atau kurang.

Larangan miras ternyata tidak hanya ada pada agama Islam. Agama Kristen misalnya, dalam Yesaya 5: 22, Amsal 20: 1, Amsal 23: 20-21a, dan Korintus 6:10, menunjukkan adanya larangan terhadap konsumsi miras. Agama Budha dalam ajaran lima disiplin moralnya pun mengajarkan prinsip surameraya majjapamadhatana veramar sikkapadam samadiyami, yaitu aku bertekad melatih diri menghindari minuman keras dan obat-obatan terlarang yang menyebabkan mabuk dan melemahkan. Dalam kitab Hindu pun juga ada larangan tersebut. Begitu pula Konghucu.

Dari sudut pandang kesehatan, konsumsi miras jelas membawa dampak buruk dan berbahaya bagi kesehatan. Dikutip dari alodokter.com, setidaknya ada enam bahaya yang mengintai para peminum miras, yaitu: gangguan fungsi hati, kerusakan pankreas, gangguan sistem pencernaan, kerusakan otak, penyakit jantung, dan peningkatan resiko kanker. WHO merilis laporan bahwa pada 2012 setiap 10 detik alkohol membunuh 1 orang di dunia atau sekitar 3,3 juta jiwa/tahun.

Selain membawa mudarat bagi pribadi peminumnya, miras pun berpotensi menimbulkan kerusakan lainnya, seperti permusuhan, kekerasan, membunuh, ataupun memerkosa. Di AS, NCADD (National Council on Alcoholism and Drug Dependence) pernah merilis laporan 40% kekerasan terjadi disebabkan faktor alkohol. NCADD melaporkan setiap tahunnya ada kurang lebih tiga juta tindakan kekerasan, dimana para pelakunya dalam pengaruh minuman keras. Kejahatannya meliputi pemerkosaan, pelecehan seksual, perampokan, dan segala bemtuk kekerasan mulai ringan hingga berat.

Di Indonesia selama tahun 2018-2020, menurut Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, sudah ada 223 kasus kejahatan yang dimulai dari minuman beralkohol. Di Sulawesi Utara pada 2011 saja hampir 70% tindak kekerasan yang terjadi akibat mabuk, sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Sulut Ajun Komisaris Besar Benny Bela (Kompas.com, 21/01/20).

Baca Juga: 2 Holywings di Kota Bandung Terancam Tutup Permanen

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X