Pertandingan Persib Memakan Korban (Lagi), Bukti Bobroknya Manajemen Penyelenggaraan?

- Senin, 20 Juni 2022 | 13:58 WIB
Suasana diakhir pertandingan Persib Vs Persebaya | Situasi bobroknya panitia penyelenggaraan ini, yang mengorbankan Bobotoh, tentu harus ditangkap oleh manajemen Persib untuk memperbaiki diri. (Guruh Muamar Khadafi)
Suasana diakhir pertandingan Persib Vs Persebaya | Situasi bobroknya panitia penyelenggaraan ini, yang mengorbankan Bobotoh, tentu harus ditangkap oleh manajemen Persib untuk memperbaiki diri. (Guruh Muamar Khadafi)

Situasi bobroknya panitia penyelenggaraan ini, yang mengorbankan Bobotoh, tentu harus ditangkap oleh manajemen Persib untuk memperbaiki diri.

Ingar Bingar Pertandingan Persib vs Persebaya

Setelah 2 tahun lamanya, akhirnya atmosfer nyetadion itu kembali. Ingar bingar chant atau nyanyian-nyanyian sebagai bentuk dukungan terhadap tim kebanggaan kita Persib Bandung kembali bergemuruh di setiap sudut stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Gairah itu kembali, gairah untuk dapat mendukung tim kebanggaan langsung dari stadion, tentu hal ini menjadi angin segar bagi industri persepakbolaan di Indonesia, apalagi sebelumnya kabar bahagia pun dari timnas kita yang lolos kualifikasi piala asia.

Haru biru kemenangan Persib atas Persebaya ini sungguh membuat hati senang, riang dan gembira. Epic comeback  dilakukan Persib setelah sebelumnya tertinggal 1-0 akibat tendangan pinalti yang diberikan wasit untuk persebaya, berhasil dibayar tuntas oleh iqbonefo, kuipers dan tentu saja idola baru para Bobotoh Ciro Alves dengan selebrasi penuh emosinya, diiringi pijar-pijar flare yang memerah di sisi selatan stadion gelora bandung lautan api. Bobotoh bisa tidur nyenyak mala mini, pribahasa yang selalu diucapkan ketika Persib Menang.

GBLA Memakan Korban (Lagi)

Ternyata kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, timeline medsos di malam sabtu, menjelang shubuh dipenuhi informasi berita duka atas meninggalnya sahabat – sahabat kita yaitu Alm Asep Ahmad Solihin dan alm Sofiana Yusuf.

Kedua korban tersebut meninggal karena terinjak-injak saat akan masuk pintu V stadion gelora bandung lautan api. Dalam  6 tahun belakangan stadion ini telah memakan korban nyawa. Hal ini terjadi pada pertandingan-pertandingan yang menarik animo Bobotoh, sebelumnya ada alm Rico dan Haringga yang menjadi korban saat pertandingan Persib vs Persija. Memang ada pepatah football is life but life is more than football. Ya, nyawa itu terlalu berharga jika harus melayang karena speak bola.

Apakah salah stadionnya? Tentu tidak, stadion itu benda mati. Kasus seperti ini bisa terjadi di stadion mana saja, bisa di Si Jalak Harupat, bisa di Siliwangi atau dimanapun pertandingan digelar, jika Bobotoh atau supporternya tidak tertib ketika menonton pertandingan.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB

Kurir Shopee Diduga Maling Helm di Sarijadi

Kamis, 24 November 2022 | 11:34 WIB

Menyeruput (Kisah di Balik) Kesegaran Es Oyen

Rabu, 23 November 2022 | 14:50 WIB
X