Cicalengka dalam Jepretan Kamera Woodburry & Page Tahun 1879

- Minggu, 19 Juni 2022 | 16:23 WIB
Studio foto Woodbury di Batavia. (Sumber: KITLV 3476.)
Studio foto Woodbury di Batavia. (Sumber: KITLV 3476.)

Paling tidak ada dua potret yang menggambarkan Cicalengka yang dibuat oleh Woodbury & Page menjelang akhir abad ke-19.

Keduanya diberi tajuk “Regent van Tjitjalengka bij Bandoeng met zijn ambtenaren op de aloen-aloen” (bupati atau seharusnya patih Cicalengka di Bandung bersama dengan jajaran pejabat di alun-alun) dan “Post Nagreg bij Tjitjalengka ten oosten van Bandoeng” (Pos Nagreg di Cicalengka di sebelah timur Bandung).

Potret pertama ada dua dan diberi kode KITLV 3003 dan KITLV 111095 serta diberi keterangan kisaran tahun pembuatannya “Before 1874” (sebelum tahun 1874) dan potret kedua diberi kode KITLV 3197 dengan keterangan titimangsa pembuatannya “Before 1880” (sebelum tahun 1880). Kedua potret tersebut masih dapat kita lihat dan kita unduh dari situs digitalcollections.universiteitleiden.nl.

Saya sendiri yang kerap dilanda rasa penasaran yang besar, maunya memastikan kapan tahun persis pembuatan kedua potret tersebut.

Agaknya untuk mengetahuinya kita harus menelusuri dulu sejarah kehadiran studio foto Woodbury & Page, sekaligus sejarah kehadiran fotografi di Hindia Belanda.

Untuk keperluan tersebut, saya menelusuri data-data yang tertera dalam buku Toekang potret: 100 jaar fotografie in Nederlands Indië 1839-1939 (1989) yang disusun oleh Aneke Groeneveld, Michael Gibbs, Paul Faber, dan kawan-kawan, serta buku Woodbury & Page: Photographers, Java (1994) susunan Steven Wachlin. Selain itu, saya juga menggunakan guntingan koran berbahasa Belanda untuk lebih mempertegas.

Mulanya Eksplorasi Arkeologi

Woodbury & Page mulai membuka usahanya di Batavia sejak 5 Juni 1857. (Sumber: Java-bode, 3 Juni 1857.)

Menurut Aneke Groeneveld dan kawan-kawan (1989: 16-17) aplikasi fotografi untuk keperluan sains dilakukan oleh jawatan arkeologi. Pada tahun 1840, kementerian tanah jajahan meminta Jurrian Munnich (1817-1865), seorang opsir kesehatan, untuk melakukan percobaan fotografi di wilayah kekuasaan Belanda di daerah tropis. Jurrian tiba di Batavia pada 1841 dan diminta melakukan perjalanan ke Jawa Tengah untuk mengumpulkan representasi fotografis tentang pemandangan, tanaman, dan obyek alam lainnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Kekerasan

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:17 WIB

Lato Lato dan Politik

Senin, 6 Februari 2023 | 12:35 WIB

Babah Liem Siang alias Munada

Senin, 6 Februari 2023 | 10:44 WIB

Efek Kecanduan Game Online

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:06 WIB

Jejak Pelaut Belanda dan Inggris di Benua Australia

Senin, 30 Januari 2023 | 10:36 WIB

Warga Kampung Naga Harmoni di Keluk Ci Wulan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 14:20 WIB

Mewaspadai Konflik Terbuka di Asia Pasifik

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:55 WIB

Mewujudkan Indonesia Emas dengan Memberantas Stunting

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:54 WIB

Imlek: Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Keindonesiaan

Senin, 23 Januari 2023 | 18:20 WIB

Potret ‘Pengemis Online’ yang Meresahkan

Senin, 23 Januari 2023 | 16:51 WIB
X