Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

- Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB
Buah bacang, lebih membulat, dengan rasa yang segar, dan aroma yang kuat | Nama pohon itu kini melekat dalam nama-nama geografi, seperti: Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Istimewa)
Buah bacang, lebih membulat, dengan rasa yang segar, dan aroma yang kuat | Nama pohon itu kini melekat dalam nama-nama geografi, seperti: Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Istimewa)

Ketika perilaku hidup sehat terus meningkat, maka perhatian mulai banyak melirik pada buah dan sayuran yang sehat, di antaranya untuk memanfaatkan buah bacang atau buah limus. Ada yang percaya, bahwa dagingnya mempunyai manfaat bagi kesehatan, bila dimakan dengan benar.

Empat nama buah, bacang atau limus dan kaweni atau bembem, adalah dua jenis pohon yang berbeda, tapi sering tertukar dalam keseharian.

Keempat nama pohon itu abadi dalam toponimi. Perlu langkah nyata untuk terus membudidayakan kedua jenis pohon ini untuk pembelajaran dan kesehatan masyarakat. [*]

 

T Bachtiar

Anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia

Isi konten merupakan pandangan dan tanggung jawab penulis

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB

Curug Pelangi, Seindah Namanya

Senin, 25 Juli 2022 | 15:20 WIB

Asa di Fenomena Citayam Fashion Week SCBD

Rabu, 20 Juli 2022 | 15:38 WIB

Musim Kondangan dan Fenomena Amplop Digital

Selasa, 19 Juli 2022 | 19:30 WIB

Dua Nama Geografi yang Sering Keliru Dimaknai

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:30 WIB
X