Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

- Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB
Buah bacang, lebih membulat, dengan rasa yang segar, dan aroma yang kuat | Nama pohon itu kini melekat dalam nama-nama geografi, seperti: Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Istimewa)
Buah bacang, lebih membulat, dengan rasa yang segar, dan aroma yang kuat | Nama pohon itu kini melekat dalam nama-nama geografi, seperti: Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Istimewa)

 

Nama pohon itu kini melekat dalam nama-nama geografi, seperti: Desa Cilimus, Kecamatan CilimusKabupaten Kuningan.

Di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, buah seperti yang ada dalam foto ini namanya limus.

Tapi, di tempat lain ada yang menyebutnya bacang, atau ambacang, embacang, embawang (Mangifera foetida Lour.).

Dalam Kamus Kawi - Indonesia (Prof Drs S Wojowasito), buah ini disebut ambawang. Ada juga yang menyebutnya pakel. Sejenis dengan limus, yaitu kaweni atau bembem, walau ada beberapa perbedaan, baik bentuk, ukuran, warna, dan aromanya.

Beragam nama buah yang banyak tumbuh di sekitar masyarakat itu, sehingga menjadi penanda kawasan, menjadi ciri bumi di beberapa daerah, karena sangat dikenali oleh masyarakatnya.

Nama pohon itu kini melekat dalam nama-nama geografi, seperti: Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Ada pula Kampung Cilimus, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Kampung Cipakel di Desa Leuweungkolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kampung Cibacang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Cibacang di Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Cibacang di Cijambe, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Kampung Warungkaweni di Cipageran, Cimahi Utara. Kampung Cibembem, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Cibembem di Kabupaten Kuningan, dan di Depok ada Jalan Kebembem.

Sesungguhnya, pohon dan buah bacang atau buah limus berbeda dengan buah kaweni atau buah bembem. Pohon limus itu batangnya lebih membulat. Dalam beberapa sumber disebutkan, pohonnya besar, batangnya lurus, dan tidak memiliki banir. Tinggi pohon bacang mencapai 30-35 m. Bila kulit kayunya dilukai, akan keluar getah bening yang tajam, dan bila terkena kulit akan menimbulkan gatal.

Baca Juga: Wafatnya Eril Menggugah Insan Yang Berqalbu Bening

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Kekerasan

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:17 WIB

Lato Lato dan Politik

Senin, 6 Februari 2023 | 12:35 WIB

Babah Liem Siang alias Munada

Senin, 6 Februari 2023 | 10:44 WIB

Efek Kecanduan Game Online

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:06 WIB

Jejak Pelaut Belanda dan Inggris di Benua Australia

Senin, 30 Januari 2023 | 10:36 WIB

Warga Kampung Naga Harmoni di Keluk Ci Wulan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 14:20 WIB

Mewaspadai Konflik Terbuka di Asia Pasifik

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:55 WIB

Mewujudkan Indonesia Emas dengan Memberantas Stunting

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:54 WIB

Imlek: Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Keindonesiaan

Senin, 23 Januari 2023 | 18:20 WIB

Potret ‘Pengemis Online’ yang Meresahkan

Senin, 23 Januari 2023 | 16:51 WIB
X