Wafatnya Eril Menggugah Insan Yang Berqalbu Bening

- Kamis, 16 Juni 2022 | 15:48 WIB
Wafatnya Emmeril Mumtaz Khan (23), anak Ridwan Kamil, di Sungai Aare, Bern Swiss menggugah mereka yang berqalbu bening. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Wafatnya Emmeril Mumtaz Khan (23), anak Ridwan Kamil, di Sungai Aare, Bern Swiss menggugah mereka yang berqalbu bening. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Wafatnya Emmeril Kahn Mumtadz (23) di Sungai Aare, Bern Swiss menggugah mereka yang berqalbu bening. Mereka yang selama ini tersisih oleh logika yang dibuat-buat untuk membenarkan kesalahan.

Puluhan, ratusan ribu orang bahkan lebih dari itu menyampaikan bela sungkawa ke Gedung Pakuan. Banyak pula yang menanti dalam duka di sepanjang jalan menuju tempat pemakaman  di Desa Cimaung, Kabupaten Bandung.

Jutaan orang lagi di seluruh Indonesia bahkan dunia mengikuti dari hari ke hari peristiwa duka ini melalui layar kaca, You Tube, Instagram dan berbagai jenis media sosial lainnya.  

Mayoritas khalayak tersebut meneteskan airmata bahkan menangis tersedu-sedu padahal mereka tak punya hubungan kekerabatan, emosional atau kenal dekat  dengan almarhum Emmeril Khan Mumtaz.  

Almarhum sebelumnya tak terlalu dikenal. Benar ia putra tertua Gubernur Jawa Barat Ridwan. Benar ia alumni ITB. Betul almarhum sering berbagi.  Namun semuanya itu lebih bersifat lokal.

Baca Juga: Menunggu Kiprah Eksplosif Persib di Piala Presiden 2022

Mengapa ada semacam magnet yang membuat jutaan yang tersebar dimana-mana, bersatu dalam duka?

Ada yang berpendapat itu terjadi  lantaran ayahnya, jabatannya dan keluarganya. Bisa pula karena pengaruh media yang menyiarkan secara berulang-ulang hingga daya ingat menancap di benak pemirsa. Semua pendapat  itu berlandaskan kebiasaan birokrat, hubungan kekerabatan dan teori komunikasi.

Tak Ada Mobilisasi

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB
X