Pembangunan Ibu Kota Baru dari Kacamata Teknik Sipil

- Minggu, 12 Juni 2022 | 11:08 WIB
Salah satu alasan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ialah ancaman bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan penurunan tanah di Jakarta. (Dok. IKN)
Salah satu alasan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ialah ancaman bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan penurunan tanah di Jakarta. (Dok. IKN)

Salah satu alasan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ialah ancaman bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan penurunan tanah di Jakarta.

Selama ini telah melekat di otak kita yaitu Ibu Kota Indonesia berada di Jakarta, namun bagaimana apabila Ibu Kota ternyata dipindahkan ke tempat lain?

Beberapa bulan yang lalu tepatnya pada Selasa, 18 Januari 2022, telah dilakukan pengesahan Undang-Undang IKN untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Lantas akan muncul banyak pertanyaan mengenai keputusan pemerintah yang satu ini, karena pemilihan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang dinilai oleh banyak pihak terburu-buru. Selama ini istilah “Jawasentris” sudah sering kita dengar bersama-sama.

Hal ini disebabkan oleh seluruh pusat perekonomian, perdagangan, pendidikan, serta sektor lainnya berada di Pulau Jawa, tepatnya di Jakarta. Namun ternyata apabila ditinjau kembali, terdapat banyak alasan dari pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara.

Faktor Utama Pemindahan IKN 

Salah satu alasan pemindahan Ibu Kota Negara ialah adanya ancaman bahaya bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan penurunan tanah yang ada di Jakarta sekarang ini.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya beban di Jakarta sehingga adanya penurunan daya dukung oleh lingkungan serta adanya kerugian ekonomi oleh karena adanya bencana alam tersebut, seperti naiknya muka air laut, kualitas air sungai yang tidak layak dipakai, gempa bumi, dan lain-lain.

Selain itu, daerah Jakarta juga semakin terancam oleh aktivitas Gunung Api (Krakatau, Gunung Gede) serta potensi tsunami karena adanya Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB
X