Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

- Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB
Haktong Tjitjalengka pada tahun 1924.  (Mingguan Sin Po, 4 Oktober 1924)
Haktong Tjitjalengka pada tahun 1924. (Mingguan Sin Po, 4 Oktober 1924)

Alasan kedua utusan THHK Cicalengka pada 28 Juli 1924 itu adalah ketidakmampuan penduduk Tionghoa Cicalengka untuk menanggung pendirian gedung THHK, mengingat jumlah penduduknya sedikit.

Dalam Sin Po dikatakan, “Oleh kerna Tjitjalengka ada satoe tempat ketjil, kakoeatannja pendoedoek Tionghoa disitoe tjoema bisa boeat pikoel itoe THHK dan haktong poenja ongkos biasa, tapi oleh kerna itoe perkoempoelan dan haktong belon mempoenjai roemah sendiri selaennja djadi tida poenja tempat jang tjotjok boeat pergoeroean poen ongkos biasa djadi lebih berat, lantaran moesti bajar sewahan roemah. Tapi boeat koempoel oewang diriken roemah THHK sendiri – satoe hal jang memang dimaksoedkan – pendoedoek Tionghoa di Tjitjalengka tida bisa lakoeken zonder minta bantoeannja pendoedoek Tionghoa di tempat-tempat jang besar.”

Dalam mingguan Sin Po edisi 4 Oktober 1924, saya mendapatkan sambungan keterangannya. Di situ disebutkan tentang Tiong Hoa Hak Tong Tjitjalengka yang didirikan pada Oktober 1920. Dalam paragraf pertamanya terbaca, “Dengen ichtiarnja bebrapa pendoedoek Tionghoa jang giat, kira-kira di boelan October 1920 di Tjitjalengka soeda bisa didiriken satoe Tiong Hoa Hak Tong. Maski letaknja tida djaoe dari Bandoeng, Tjitjalengka ada satoe tempat ketjil jang pendoedoek Tionghoanja sanget sedikit. Berdirinja satoe haktong di sitoe ada sebagi satoe pelita jang menjorongken sinar ka-Tionghoaan di tempat gelap”.

Apakah haktong dalam mingguan Sin Po edisi 4 Oktober 1924 sama dengan haktong yang dimaksudkan dalam koran Sin Po edisi 29 Juli 1924 ? Bila melihat isi beritanya, nampaknya adanya kesinambungan beritanya. Karena keduanya memberitakan upaya penduduk Tionghoa Cicalengka untuk mendirikan sekolah.

Baca Juga: 6 Pemenang Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Mei 2022: Total Hadiah Rp1,5 Juta!

Dalam mingguan Sin Po edisi 4 Oktober 1924 selanjutnya tertulis begini: “Bermoela itoe haktong tjoema mempoenjai kira-kira 40 moerid sadja, tapi sekarang soeda ada lebih dari 75 anak-anak lelaki dan prampoean jang beladjar dalem itoe pergoeroean. Tadinja tjoema dipakerdjaken satoe goeroe dan sekarang sedikitnja doea goeroe hoesti dipakerdjaken disitoe”.

“Lantaran keragemannja pendoedoek Tionghoa di Tjitjalengka, itoe haktong poenja segala ongkost biasa bisa dipikoel dari pemoengoetan derma atas kloear masoeknja barang-barang dagangan. Lantaran demikian moerid-moerid dari familie miskin bisa dikasi peladjaran pertjoemah. Boekan djarang terdjadi hasilnja haktong di tempat-tempat ketjil ada lebih baek dari haktong-haktong di tempat besar. Kita ada taro harepan bahwa haktong Tjitjalengka tida maoe katinggalan kamadjoeannja dari haktong-haktong jang djadi pantarannja”.

Dengan maksud hendak mempunyai tempat sendiri akhirnya pengurus haktong Cicalengka membeli sebidang tanah, dengan bantuan dari Ko Keng Tjay (Cirebon) sebesar 400 gulden, Tjo Tjiat In (Cicalengka) 400 gulden dan dari Asan Hali (Cicalengka) 100 gulden. Namun, biaya yang dibutuhkan masih sangat banyak, sehingga pengurus memutuskan untuk memohon bantuan kepada para dermawan Tionghoa di tempat lainnya.

Besar kemungkinan, itulah yang menjadi alasan bagi presiden THHK Cicalengka dan wakilnya berkunjung ke Batavia pada 28 Juli 1924, sekaligus dengan demikian, haktong yang dimaksudkan dalam mingguan Sin Po edisi 4 Oktober 1924 sama dengan THHK cabang Cicalengka.

Dari Derma untuk Palang Merah Tiongkok

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X