Empat Nama Jalan untuk Satu Ruas Jalan yang Sama

- Kamis, 2 Juni 2022 | 15:54 WIB
Ruas jalan yang sama sepanjang tiga kilo meter dengan empat nama jalan yang berbeda. (Istimewa)
Ruas jalan yang sama sepanjang tiga kilo meter dengan empat nama jalan yang berbeda. (Istimewa)

Di jalan raya antara Cileunyi–Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ada satu ruas jalan yang sama dengan empat nama jalan yang berbeda.

Bila kurang yakin, mari amati alamat Pergruan Tinggi yang berderet di sepanjang jalan di kawasan Jatinangor tersebut.

Pertama, ruas jalan itu dinamai Jl Raya Bandung – Sumedang, seperti yang ditulis dalam alamat kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri: Jl Raya Bandung - Sumedang No Km 20, Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363. Hal yang sama dituliskan juga dalam alamat kampus Universitas Padjadjaran (UNPAD), dengan alamat: Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363.

Kedua, Jl Jatinangor, seperti yang ditulis dalam alamat Institut Manajemen Koperasi Indonesia: Jl Jatinangor Km 20, 5, Cibeusi, Sumedang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363.

Ketiga, Jl Let Jend Purn Dr (HC) Mashudi, seperti alamat yang ditulis oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) - Kampus Jatinangor: Jl. Let Jend Purn Dr (HC) Mashudi No 1, Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363.

Keempat, Jalan Ir Soekarno, seperti yang ditulis dalam Kepbup No 620/Kep 324, tanggal 25 September 2012. Ruas jalan raya ini berada di kawasan Jatinangor mulai perbatasan Cileunyi sampai perbatasan Tanjungsari.

Baca Juga: Sang Kibordis Andal dari SLB Plus Raharja Mandiri

Ruas jalan antara perbatasan Cileunyi sampai perbatasan Tanjungsari, Sumedang itu merupakan jalan raya tingkat Nasional, yang pemeliharaannya berada di tingkat pusat. Hanya saja wilayah administrasinya berada di Kabupaten Sumedang.

Dalam Peraturan Bupati Kabupaten Sumedang sudah jelas, bahwa yang semula jalan raya Jatinangor diganti menjadi Jalan Raya Ir Sukarno, seperti dimuat dalam Sumedang Online, Selasa, 11 Desember 2012. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB
X