Bangkit dengan Ekonomi Kreatif

- Selasa, 31 Mei 2022 | 15:47 WIB
Ekonomi kreatif adalah proses penciptaan, kegiatan produksi, dan distribusi barang maupun jasa, yang dalam prosesnya memerlukan kreativitas dan kemampuan intelektual. (Pixabay/amhnasim)
Ekonomi kreatif adalah proses penciptaan, kegiatan produksi, dan distribusi barang maupun jasa, yang dalam prosesnya memerlukan kreativitas dan kemampuan intelektual. (Pixabay/amhnasim)

Ekonomi kreatif adalah proses penciptaan, kegiatan produksi, dan distribusi barang maupun jasa, yang dalam prosesnya memerlukan kreativitas dan kemampuan intelektual.

Kondisi perekonomian Indonesia mengalami tekanan berat sebagai dampak pandemi Covid-19. Indonesia dihadapkan dengan banyak masalah terkait aspek ekonomi seperti pertumbuhannya yang menurun drastis, selain tingkat pengangguran dan kemiskinan meningkat.

Untuk itu perlu melanjutkan program percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, salah satunya melalui dukungan pada usaha ekonomi kreatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perekonomian Indonesia mengalami kontraksi tahun 2020 sebesar minus 2,07 persen dan pertumbuhan positif hanya 3,69% (YoY) pada tahun 2021. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bulan Agustus 2020 sebesar 7,07 persen meningkat 1,84 poin dibandingkan dengan Agustus 2019, lalu turun kembali sebesar 0,58 poin pada Agustus 2021. Sementara persentase penduduk miskin Indonesia pada September 2020 tercatat 10,19 persen, meningkat 0,97 poin terhadap September 2019 dan menurun kembali 0,48 poin pada September 2021. Perekonomian Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai risiko di tahun 2022, terutama dari penyebaran kasus Covid-19 varian baru.

Para pelaku ekonomi kreatif terus berupaya maju dan tidak berhenti melakukan inovasi sekalipun telah diterpa pandemi Covid-19. Selain itu gelombang revolusi industri 4.0 telah menimbulkan disrupsi pada berbagai sendi kehidupan. Disrupsi tersebut dapat dilihat dari cepatnya perubahan yang terjadi akibat pemanfaatan artificial intelligence (AI), internet of things, human-machine interface, dan merebaknya fenomena sharing economy, menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai garda terdepan memenangkan persaingan. Dengan demikian ekonomi kreatif menjadi salah satu isu yang layak mendapatkan pengarusutamaan sebagai pilihan strategi memenangkan persaingan, melalui kapitalisasi ide kreatif.

Baca Juga: Refleksi Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Ekonomi kreatif adalah proses penciptaan, kegiatan produksi dan distribusi barang maupun jasa yang dalam prosesnya memerlukan kreativitas dan kemampuan intelektual.

Ekonomi kreatif terbagi menjadi 17 jenis antara lain fesyen, seni, kuliner, desain produk, game online, film, animasi, aplikasi, konten digital, dan lainnya, layak menjadi pilihan strategi untuk menjadi garda terdepan dalam momentum kebangkitan ekonomi nasional.

Menuju Pasca Pandemi

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X