Buya Syafii Maarif, Pejuang Martabat Kemanusiaan

- Minggu, 29 Mei 2022 | 12:00 WIB
Buya Syafii Maarif | Selamat jalan Buya Syafii Maarif, pejuang martabat kemanusiaan yang abadi. (Dok. Muhammadiyah)
Buya Syafii Maarif | Selamat jalan Buya Syafii Maarif, pejuang martabat kemanusiaan yang abadi. (Dok. Muhammadiyah)

Romo Paroki Gereja Katholik Kumetiran Yohanes Dwi Harsanto hadir dan ikut mendoakan almarhum Buya Ahmad Syafii Maarif saat prosesi penyemayaman di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Jumat, 27 Mei 2022.

Tentunya ini menjadi bukti nyata atas keteladanan sosok Buya Syafii Maarif yang menginspirasi lintas agama, kepercayaan dan keyakinan.

Selama hidupnya Buya Syafii sangat konsistensi membela kebenaran, menjaga NKRI, merawat kerukunan umat beragama, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan dan martabat kemanusiaan.

Romo Santo sangat terkesan dengan sikap Buya Syafii. Apalagi saat teringat kejadian penyerangan di Gereja St Lidwina Bedog tahun 2018. Justru Buya Syafii yang pertama kali datang menggunakan sepeda untuk meredam agar semua pihak tetap tenang. Caranya dengan menggelar konferensi pers yang mengutuk segala bentuk tindakan terorisme, radikalisme. (Kompas, 27 Mei 2022, 17:20 WIB).

Advokat Kemanusiaan

Buya Syafii adalah advokat keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan yang konsisten. Dalam banyak urusan Buya Syafii sepertinya tidak terlalu peduli jika kepentingan dirinya terganggu demi menyuarakan pendiriannya. Prinsip Buya Syafii yang konsisten terhadap nilai kemanusiaan dan egalitarianisme, tampak jelas dalam sikap terhadap kasus yang menimpa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Buya Syafii berani menentang arus mayoritas Muslim demi menyuarakan kebenaran yang diyakininya, Ahok tidak menista Alquran. ”Bagi Buya Syafii, egaliter itu tauhid sejati,” tulis Esthi Susanti Hudiono. Sedangkan di mata Marlis Afridah ”Buya adalah khazanah, kekayaan milik seluruh umat Islam dan warga dunia karena komitmennya yang tinggi pada kemanusiaan!”. (Aulia Taarufi & Prima Sulisty [Editor], 2021:47, 154 dan Kompas, 13 Juni 2021).

Sejatinya segala bentuk klaim atas nama agama dalam berpolitik dapat dilawan dengan akal sehat dan martabat kemanusiaan yang waras.

Dalam tulisan 400 Tahun untuk Ahok, Buya Syafii menegaskan pentingnya akal sehat, hati nurani, nilai kemanusiaan dalam menyelesaikan segala persoalan, bukan dengan cara barbar, melakukan kekerasan atas nama apa pun.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X