Isu Rasisme yang diangkat dalam Serial ‘The Falcon and the Winter Soldier’

- Minggu, 15 Mei 2022 | 12:06 WIB
Isu rasisme dalam serial The Falcon and the Winter Soldier berupa pembedaan antara warga berkulit putih dengan warga berkulit hitam di AS. (Wikimedia Commons/Gage Skidmore | Lisensi CC)
Isu rasisme dalam serial The Falcon and the Winter Soldier berupa pembedaan antara warga berkulit putih dengan warga berkulit hitam di AS. (Wikimedia Commons/Gage Skidmore | Lisensi CC)

Isu rasisme dalam serial The Falcon and the Winter Soldier berupa pembedaan antara warga berkulit putih dengan warga berkulit hitam di AS.

Bukanlah hal yang asing lagi bahwa seluruh film dan serial yang dikeluarkan oleh Marvel Studios mengandung nilai-nilai moral, seperti serial The Falcon and the Winter Soldier yang mengangkat isu rasisme, ekonomi, dan kemanusiaan.

Serial yang disutradai oleh Kari Skogland ini memiliki enam episode dan dapat ditonton di Disney+ sejak 19 Maret 2021.

Rasisme merupakan perilaku yang membedakan antar ras dan menganggap ras tertentu lebih superior dari ras lainnya. Hal ini sudah terjadi sejak dahulu di berbagai belahan dunia, salah satunya di Amerika Serikat.

Isu rasisme yang diangkat dalam serial The Falcon and the Winter Soldier berupa pembedaan antara warga berkulit putih dengan warga berkulit hitam yang terjadi di Amerika Serikat, seperti yang dirasakan oleh Sam Wilson (Falcon) dan Isaiah Bradley (pejuang kemerdekaan berkulit hitam yang menjadi kelinci percobaan dalam program prajurit super).

Meskipun Sam merupakan salah satu anggota Avengers, ia hidup dalam keadaan susah hingga harus mencari pinjaman bank demi menyambung hidupnya dan keluarganya. Pinjaman pun tak kunjung ia dapatkan lantaran warna kulitnya yang tidak putih. Dalam episode kedua, terdapat adegan perdebatan antara Sam dan Bucky.

Baca Juga: Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Myanmar Laga Terakhir Grup A SEA Games

Polisi yang melihatnya pun menuduh Sam telah merecoki Bucky tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, ia menuduh hanya karena Sam memiliki kulit yang berwarna hitam. Isaiah Bradley juga mendapatkan perlakuan yang tidak kalah parah, ia ditangkap dan dijadikan subjek percobaan dalam pembuatan prajurit berkekuatan super. Kemudian setelah berhasil, tubuhnya dijadikan sebagai bahan penelitian dengan cara yang tidak manusiawi.

Walaupun Isaiah turut serta memperjuangkan kemerdekaan Amerika Serikat, jasa-jasanya dilupakan sehingga tidak banyak yang mengetahui bahwa ia adalah seorang pahlawan berkulit hitam dan memiliki kekuatan super seperti Kapten Amerika dan Bucky.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB
X