Sadranan, Tradisi dan Kearifan Lokal yang Kaya Nilai Karakter

- Rabu, 11 Mei 2022 | 12:00 WIB
Sadranan adalah upaya dari dakwah Walisongo, tradisi ini merupakan kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa. (Wikimedia Commons/Susilo_Hendro/Lisensi CC)
Sadranan adalah upaya dari dakwah Walisongo, tradisi ini merupakan kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa. (Wikimedia Commons/Susilo_Hendro/Lisensi CC)

Nilai peduli dengan lingkungan, pada dasarnya kegiatan Sadranan adalah kegiatan bersih desa, dimana masyarakat membersihkan lingkungan yang kotor. Masyarakat secara bersama-sama dengan membawa peralatan kebersihan membersihkan lingkungan. Lingkungan yang dibersihkan adalah lingkungan yang dianggap sering terjadi interaksi antar manusia. Lingkungan yang kotor tersebut antara lain makam, pasar, lingkungan sekitar rumah. Jadi masyarakat bersama-sama membersihkan lingkungan agar terhindar dari penyakit-penyakit. 

Baca Juga: Isa Anshary Menjadi Khatib Sholat Idul Fitri bersama Presiden Soekarno di Tegallega

Nilai gotong royong yaitu masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama maka warga yang mengalami kesulitan akan di bantu oleh warga lain dengan begitu masyarakat tampak rukun. Gotong royong juga dapat menyelaraskan antara manusia yang satu dengan yang lain dan juga selaras dengan lingkungan. Nilai ini dapat dijadikan landasan dan fondasi untuk peserta didik di sekolah dan dijadikan kegiatan yang penting karena nilai ini dapat menumbuhkan sikap kooperatif antar anggota. 

Terlihat beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang ada di kearifan lokal Sadranan. Nilai-nilai tersebut bertujuan untuk mendidik dan memandu masyarakat untuk hidup lebih baik dan menghargai dari budaya Indonesia. Kebudayaan ini dapat dijadikan sebagai pendidikan informal sehingga pendidikan nilai-nilai karakter dapat membantu masyarakat khususnya anak-anak menjadi manusia yang tidak hanya pintar namun juga berbudi pekerti yang baik. [*]

 

Arlin Devia Ningrum

Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

Isi konten merupakan tanggung jawab penulis

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB

Curug Pelangi, Seindah Namanya

Senin, 25 Juli 2022 | 15:20 WIB

Asa di Fenomena Citayam Fashion Week SCBD

Rabu, 20 Juli 2022 | 15:38 WIB

Musim Kondangan dan Fenomena Amplop Digital

Selasa, 19 Juli 2022 | 19:30 WIB
X