Sadranan, Tradisi dan Kearifan Lokal yang Kaya Nilai Karakter

- Rabu, 11 Mei 2022 | 12:00 WIB
Sadranan adalah upaya dari dakwah Walisongo, tradisi ini merupakan kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa. (Wikimedia Commons/Susilo_Hendro/Lisensi CC)
Sadranan adalah upaya dari dakwah Walisongo, tradisi ini merupakan kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa. (Wikimedia Commons/Susilo_Hendro/Lisensi CC)

Acara selanjutnya adalah keduri. Setiap daerah berbeda-beda pelaksanaanya, ada yang kenduri di rumah, di area pemakaman, ataupun keduanya. Makanan yang disajikan pun beraneka ragam seperti buah-buahan, jajanan, sayuran yang sudah dimasak, daging-dagingan dan sebagainya. Dengan adanya kenduri merupakan suatu nikmat yang mereka telah capai selama setahun ini. Setelah masyarakat berkumpul dan membawa makanannya, kemudian dilaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa. Dimaksudkan agar orang yang telah meninggal diterima oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi rahmad dan kerukunan. 

Acara puncak dari sadranan adalah acara silaturahmi seperti halnya dengan lebaran. Warga datang dan berjabat tangan dan mengucapkan permohonan maaf jika mereka mempunyai kesalahan selama ini. Nilai-nilai karakter yang terkandung di dalam Sadranan meliputi nilai religius, nilai syukur, nilai toleransi, nilai cinta tanah air, nilai peduli dengan lingkungan, dan nilai gotong royong.

Nilai syukur juga nampak dalam Sadranan. Saat pelaksanaan Kenduri, masyarakat membawa beberapa makanan. (Wikimedia Commons/Emjeha/Lisensi CC)

Nilai religius di dalam Sadranan yaitu ketika masyarakat melakukan rangkaian kegiatan Sadranan yaitu Kenduri. Masyarakat berkumpul menjadi satu di salah satu makam dipimpin oleh tokoh agama atau orang yang di anggap tua untuk mempimpin Kenduri. Praktik ketuhanan dan tampak pada kegiatan dalam mendoakan leluhur.

Dalam Sadranan doa menjadi unsur penting dimana mereka mendoakan agar mereka yang sudah meninggal diampuni dosa-dosanya. Doa yang dipanjatkan dapat dilaksanakan dalam kegiatan Tahlil juga. Pelaksanaan berdoa dilaksanakan di makam karena masyarakat percayai bahwa semua makhluk baik manusia akan meninggal dan kembali kepada Tuhan. Sehingga ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa semua akan meninggal. 

Nilai syukur juga nampak dalam Sadranan. Saat pelaksanaan Kenduri, masyarakat membawa beberapa makanan. Makanan tersebut menjadi sebuah proses dimana masyarakat merasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi kenikmatan yang berupa hasil panen, peternakan, perkebunan yang berlimpah. Masyarakat saling memberikan atau menyedekahkan apa yang mereka punya dapat berupa makanan, jajanan dan lain-lain. Masyarakat melaksanakan kegiatan itu dengan sukarela tanpa ada paksaan. 

Baca Juga: China Belajar dari Perang di Ukraina

Toleransi dalam Sadranan dapat dilihat dari aktivitas-aktivitas masyarakat yang berbondong-bondong datang ke makam.

Mereka berinteraksi dan berjabat tangan ini menunjukkan bahwa mereka saling hidup rukun dan saling memaafkan.

Nilai cinta tanah air yaitu mengajarkan generasi muda untuk mengenal kebudayaan dari daerahnya masing-masing agar tetap terjaga dan lestari. Generasi tua mengajak generasi muda untuk ikut andil dalam kegiatan Sadranan. Sehingga mereka punya rasa kebanggaan bahwa di daerah dimana mereka tinggal terdapat kebudayaan yang bersahaja. Mereka sangat menghargai kebudayaan asal selain mengajarkan ke generasi muda, artinya mereka juga ikut melestarikan. Karena di dalam kebudayaan terdapat nilai-nilai sehingga patut dibiasakan. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Mahluk Halus Jadi Nama Geografi

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Sudah Menjaga Pola Makan, Kenapa Masih Sering Sakit?

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:15 WIB

Raden Dewi Sartika di Cicalengka (1894-1902)

Senin, 15 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X