Kisah Inspiratif Presiden yang Menyumbangkan 90 Persen Gajinya untuk Rakyat

- Rabu, 11 Mei 2022 | 11:13 WIB
Dalam buku Perjuangan dan Pengabdian Presiden Termiskin, Zaenuddin HM mengungkap empat sosok pria yang memiliki jejak rekam yang baik selama menjabat presiden. (Sam Edy Yuswanto)
Dalam buku Perjuangan dan Pengabdian Presiden Termiskin, Zaenuddin HM mengungkap empat sosok pria yang memiliki jejak rekam yang baik selama menjabat presiden. (Sam Edy Yuswanto)

Salah satu tanda atau ciri pesiden yang baik ialah yang memiliki kedekatan dengan rakyatnya.

Dekat di sini bukan dekat secara fisik tapi tak peduli dengan kemiskinan rakyatnya. Dekat di sini memiliki cakupan arti yang sangat luas.

Misalnya, mengerti dan paham dengan kondisi rakyatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan dan berusaha membantu mereka agar terbebas dari jerat kemiskinan.

Seorang presiden juga dituntut mendengar aspirasi atau suara rakyat mayoritas. Bukan malah hanya mendengarkan omongan orang-orang yang mengaku sebagai wakil rakyat tapi ternyata tidak mewakili suara rakyat pada umumnya.

Menjadi seorang presiden memang sangat berat. Terlebih presiden yang benar-benar mau berjuang untuk rakyat dan bangsanya. Kita perlu belajar banyak pada sosok-sosok pemimpin teladan yang memiliki kepedulian kepada rakyat, tidak menyengsarakan rakyat dengan cara misalnya seenaknya saja menaikkan harga kebutuhan pokok yang menjadi keseharian rakyat kecil.

Dalam buku Perjuangan dan Pengabdian Presiden Termiskin, Zaenuddin HM mengungkap empat sosok pria yang memiliki jejak rekam yang baik selama menjabat presiden.

Baca Juga: Isa Anshary Menjadi Khatib Sholat Idul Fitri bersama Presiden Soekarno di Tegallega

Keempat presiden yang dimaksud yakni Presiden Uruguay Jose Mujica, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Presiden Iran Mahmoed Ahmadinejad, dan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.

Namun, yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini adalah Presiden Uruguay Jose Mujica. Pria kelahiran 20 Mei 1935 di Montevideo, Uruguay, ini menjadi sangat populer sejak menjabat presiden di negara bagian Amerika Latin. Terutama karena gaya hidupnya yang sangat sederhana dan kebijakan-kebijakan politiknya yang pro rakyat (halaman 35).

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X