Memahami Novel Fanfiksi dan Hukum Hak Cipta di Indonesia

- Senin, 9 Mei 2022 | 15:50 WIB
Ilustrasi poster film Startrek. Fanfiksi merupakan suatu karya fiksi yang dibuat oleh seorang penggemar dengan memakai cerita terkenal lainnya yang sudah ada. (Flickr/Randy McDonald)
Ilustrasi poster film Startrek. Fanfiksi merupakan suatu karya fiksi yang dibuat oleh seorang penggemar dengan memakai cerita terkenal lainnya yang sudah ada. (Flickr/Randy McDonald)

Fanfiksi merupakan suatu karya fiksi yang dibuat oleh seorang penggemar dengan memakai latar belakang, tokoh, kisah karakter atau dari suatu film, komik, novel, artis terkenal dan karakter terkenal lainnya yang sudah ada.

Karya seni sastra ini merupakan sebuah karya cipta dari seorang penggemar yang menciptakan ciptaan yang semata-mata hanya untuk hiburan penggemar-penggemar lainnya.

Biasanya fanfiksi dapat ditemukan dalam platform-platform online, seperti wattpad, blog, twitter, dan lain-lain. Tidak jarang pula karya fiksi tersebut diadopsi oleh penerbit yang kemudian dipulikasikan dalam bentuk buku. Tidak sedikit pula fanfiksi yang diterbitkan menjadi karya best seller di pasaran.

Fanfiksi yang sudah mendunia ini bermula pada puluhan tahun yang lalu di mana ada sebuah fanfiksi dari film berjudul Startrek.

Penggemar menuliskan imajinasinya tentang salah satu tokoh atau beberapa tokoh favorit mereka dalam film tersebut. Para penggemar itu disebut fandom. Pada masa itu fanfiksi dicetak secara swadaya oleh fans dan dipublikasikan melalui gathering fans atau dikirimkan kepada penggemar yang memesan fanfiksi tersebut.

Baca Juga: Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Dalam era pra-internet, fanfiksi umumnya difotokopi dengan tangan dan diedarkan melalui "fanzines" yang merupakan publikasi non-resmi dan non-komersial. Setelah kemunculan internet, terdapat lonjakan fandoms online yang mendistribusikan karya-karyanya secara gratis.

Adanya fanfiksi seperti membuka ide baru pada publikasi maupun produksi film mengenai fiksi populer. Contoh fanfiksi yang telah diangkat ke layar film adalah Dikta dan Hukum yang sebentar lagi series-nya akan tayang dan My Husband My Lecturer. Dua fanfiksi tersebut sempat digandrungi para remaja di Indonesia karena kisahnya yang menarik. Dikta dan Hukum sendiri sebelumnya berasal dari sebuah AU (Alternative Universe) di aplikasi Twitter sedangkan fanfiksi My Lecturer My Husband berasal dari fanfiksi yang berasal dari aplikasi Wattpad.

Sebenarnya, jika melihat lagi konteks dari fanfiksi, yaitu karya fiksi yang diambil dari latar belakang karakter atau tokoh yang telah ada, fanfiksi tidak boleh dikomersialkan dalam bentuk buku atau bentuk lain yang mendatangkan keuntungan bagi pembuat fanfiksi.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerbau di Cicalengka Tahun 1880-1900

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:36 WIB

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB
X