Pujas Jatinangor: Tempat Makan Murah dan Anti Sepi untuk Mahasiswa Saat Sahur

- Minggu, 1 Mei 2022 | 11:25 WIB
Suasana Pujas Jatinangor saat Sahur pada Rabu, 13 April 2022.  (Rap Yobel Nathania)
Suasana Pujas Jatinangor saat Sahur pada Rabu, 13 April 2022. (Rap Yobel Nathania)

Pujas atau Pujasera merupakan sebuah tempat makan di Jatinangor. Pujas terletak di Jalan Ciseke Besar, Jatinangor, Sumedang.

Harum makanan tercium pukul tiga pagi. Harum itu memenuhi Jalan Ciseke Besar di Jatinangor. Deru sepeda motor juga ramai terdengar. Mahasiswa yang hendak sahur mulai memenuhi bangku-bangku Pujas.

Saat mendatangi Pujas, mahasiswa dapat menemukan berbagai macam warung dari ujung ke ujung. Bangku-bangku dan meja-meja panjang tersusun di depan tiap-tiap warung. Tawa dan asap rokok menjadi penghangat di kala harus sahur pukul tiga pagi dengan udara Jatinangor yang dingin.

Pujas atau Pujasera merupakan sebuah tempat makan di Jatinangor. Pujas terletak di Jalan Ciseke Besar, Jatinangor, Sumedang. Nama Pujas terkenal di kalangan mahasiswa karena menjual makanan dan minuman yang ramah di kantung mahasiswa.

Pujas memiliki desain tempat yang sederhana. Interior warung-warung makan hanya terbuat dari kayu lama. Pujas terlihat seperti beberapa warung kopi yang dikumpulkan dalam satu lokasi. Saat memasuki Pujas, satu hal mungkin akan tergambar dalam benak mahasiswa: “Ini tempat yang pas untuk nongkrong.”

Hal itulah yang membuat Pujas terkenal sebagai spot makan dan tempat nongkrong favorit mahasiswa Jatinangor. Setelah dua tahun tutup karena pandemi, Pujas kembali disinggahi oleh para mahasiswa untuk berbuka maupun sahur di bulan Ramadan ini.

Layaknya pujasera pada umumnya, Pujas memiliki beberapa warung di dalamnya. Warung menawarkan makanan dan minuman yang beragam. Mahasiswa dapat memilih makanan seperti mie instan, nasi goreng, soto, ayam goreng, dan menu lainnya. Selain itu terdapat juga berbagai jenis minuman mulai dari yang dingin hingga hangat.

Baca Juga: Naik Delman Istimewa, Adanya Hanya di Bulan Ramadan

Menu yang ramai dibeli adalah nasi goreng Warung Bu Ida. Nasi goreng tersebut bukan nasi goreng biasa dengan telur, bakso, atau daging ayam suir. Nasi goreng Bu Ida dilengkapi dengan chicken katsu dan acar sebagai topping. Mahasiswa cukup membayar Rp16.000 untuk sepiring nasi goreng katsu.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB
X