Kerangka Paus yang Terdampar untuk Pembelajaran

- Jumat, 29 April 2022 | 17:28 WIB
Paus biru yang terdampar di pantai Sampang, Madura, Desember 1931.  (Anugerah Nontji/1987)
Paus biru yang terdampar di pantai Sampang, Madura, Desember 1931. (Anugerah Nontji/1987)

Kejadian adanya paus yang terdampar di Indonesia, ternyata sudah berlangsung sejak awal abad ke-20, seperti yang terdapat dalam buku Laut Nusantara karya Anugerah Nontji (1987).

Pada tahun 1931, paus biru terdampar di Pantai Sampang, Madura, dan pada tahun 1937, paus sirip terdampar di Pantai Karang Tengah, Nusa Kambangan. Sebelumnya, pada Desember 1916, paus biru terdampar di Pantai Cilauteureun, Pameungpeuk, Garut.

Balaenoptera musculus, paus biru, diyakini sebagai spesies paus terbesar, bahkan memegang rekor menjadi hewan terbesar saat ini. Panjangnya 30 m, paus memiliki berat tubuh 181 ton. Paus dikategorikan sebagai mamalia laut, karena mampu bernapas menggunakan paruparu, mempunyai kelenjar susu, bereproduksi dengan cara melahirkan, mempunyai jantung dengan empat ruang, dan berdarah panas.

Lubang hidung paus terletak di atas kepalanya. Semburan napasnya yang lebih panas daripada udara di sekelilingnya, maka hembusan napasnya dianggap menyemburkan air.

Jalur migrasi sejumlah spesies paus di Perairan Indonesia seperti: paus biru, paus sirip, paus sperma, puas bungkuk, dan paus sei, seperti dipetakan oleh Anugerah Nontji (1987).

Terlihat dengan jelas dalam peta tersebut, ada lima jenis paus yang bermigrasi melewati perairan Indonesia. Ketika musimnya tiba, mamalia laut berukuran raksasa ini berimigrasi dengan melakukan penjelajahan sejauh 7.500 km lebih, dari Samudra Pasifik memasuki Perairan Indonesia, melintasi Laut Maluku, Laut Halmahera, dan Laut Banda, terus bergerak ke selatan melintasi Laut Sawu, laut dalam yang dibatasi oleh Pulau Timor, Pulau Rote, Pulau Sumba, Pulau Flores, Pulau Solor, Pulau Alor, dan Pulau Lembata, dan lepas menuju Samudra Hindia, kemudian terus menjelajah ke arah barat melintasi selatan Nusa Tenggara, selatan Pulau Jawa, sampai di ujung barat-utara Pulau Sumatra. Perjalanan belum berakhir, penjelajahan masih terus berlanjut, mencari perairan yang hangat agar dapat melahirkan dan memelihara anaknya dengan baik.

Baca Juga: H-3 Lebaran, Pemudik Roda Dua Mulai Padati Jalur Bundaran Cibiru

Dari berita daring sejak tahun 2010 sampai tahun 2021, terdapat begitu banyak paus yang terdampar di perairan Indonesia. Jumlah paus yang terdampar di perairan Indonesia adalah: Tahun 2010: dua ekor, 2012: 51 ekor, 2013: satu ekor, 2014: empat ekor, 2015: satu ekor, 2016: 3 ekor, 2017: 6 ekor, 2018: 5 ekor, 2019: 7 ekor, 2020: 12 ekor, 2021: 81 ekor, dan sampai April 2022 terdapat 2 ekor paus yang terdampar.

Jalur mingrasi paus melintasi perairan Indonesia, sehingga paus yang terdampar umumnya di pantai-pantai dalam lintasan migrasi tersebut. Namun ada kejadian, terdapat paus yang terdampar di pantai utara Pulau Jawa, seperti di pantai Bekasi dan Pantai Karawang, Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB

Curug Pelangi, Seindah Namanya

Senin, 25 Juli 2022 | 15:20 WIB
X