Berburu Takjil Pa’ Oyen 18, Es Campur Legendaris di Kota Bandung

- Senin, 25 April 2022 | 11:46 WIB
Es Campur Pak Oyen 18 di Jalan Sukajadi, Di Kota Bandung, sudah berdiri sejak tahun 1962. (Alya Nurfakhira Zahra)
Es Campur Pak Oyen 18 di Jalan Sukajadi, Di Kota Bandung, sudah berdiri sejak tahun 1962. (Alya Nurfakhira Zahra)

Di Kota Bandung, kios Pa' Oyen 18 sudah berdiri sejak tahun 1962 dan menjajakan minuman khas untuk berbuka puasa, yakni es campur.

Bulan ramadan selalu dinantikan oleh lapisan masyarakat muslim di seluruh penjuru dunia, terutama Indonesia. Bukan hanya menjadi ajang untuk berlomba dalam menunaikan kebaikan, tetapi bulan ramadan juga meninggalkan kesan tersendiri. Salah satunya berburu takjil menjelang berbuka puasa setelah seharian penuh menahan dahaga.

Beragam jajanan mulai dari gorengan, aneka es yang menyegarkan hingga bubur akan kita jumpai di setiap jalan utama. Riuh tawa dan suara klakson kendaraan saling bersahutan serta menyisakan kenangan hangat yang bersemayam dalam memori.

Dilansir Kumparan istilah takjil berasal dari bahasa Arab, yakni ta’jil yang berarti menyegerakan berbuka puasa. Sesuai pengertian, takjil memiliki pemahaman, yaitu orang yang berpuasa harus segera berbuka. Namun, istilah takjil di Indonesia memiliki pemahaman yang berbeda dan digunakan sebagai istilah dari makanan khas berbuka puasa.

Baca Juga: Menikmati Indahnya Pesona Dataran Tinggi di Cicalengka Dreamland

Apabila berbicara tentang makanan khas berbuka puasa, di pinggir Jalan Sukajadi No 8, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, terdapat kios Pa' Oyen 18 yang sudah berdiri sejak tahun 1962 dan menjajakan minuman khas berbuka puasa, yakni es campur.

Mulanya berjualan dari gerobak hingga Menjadi Ladang Rezeki Untuk Orang Lain

Pak Dadang sedang membantu karyawan meladeni pelanggan di Es Campur Pak Oyen 18. (Alya Nurfakhira Zahra)

Dadang (54), anak dari pemilik Pa' Oyen 18, menceritakan perjalanan H. Basar Sudayana (Pak Oyen) yang dahulu berjualan es campur dari gerobak pada tahun 1955, kemudian mendirikan kios pada tahun 1962 di Jalan Sukajadi Kota Bandung. Berkat ketekunan dan kegigihan Pak Oyen dalam berjualan, es campur buatannya sudah berdiri setengah abad dan selalu dipadati pembeli setiap menjelang berbuka puasa.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hidup Jangan Kebanyakan Sambat

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB
X