Tak perlu ke Turki, Kini Balon Udara ala Cappadocia Ada di Sumedang

- Minggu, 24 April 2022 | 14:36 WIB
Tanjung Duriat akhirnya merilis spot foto terbarunya yakni balon udara yang mirip seperti obyek wisata di Cappadocia. (Instagram/Wisata Tanjung Duriat)
Tanjung Duriat akhirnya merilis spot foto terbarunya yakni balon udara yang mirip seperti obyek wisata di Cappadocia. (Instagram/Wisata Tanjung Duriat)

Tanjung Duriat akhirnya merilis spot foto terbarunya yakni balon udara yang mirip seperti obyek wisata di Cappadocia.

Bukan hanya demam drama Korea saja yang bisa meningkatkan pendapatan bagi sektor ekonomi dan perdagangan, series atau sinetron dari Indonesia pun ternyata bisa viral. Setelah ramai diperbincangkan secara daring semenjak episode perdananya tayang di tanggal 26 November 2021, kepopuleran series dari Indonesia yang berjudul “Layangan Putus” semakin gencar diperbincangkan oleh khalayak umum.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, dalam salah satu episode series yang ditayangkan secara daring ini, tokoh pemain “Kinan” menyebutkan salah satu destinasi pariwisata di negara Turki yakni Cappadocia. Dari sanalah, semakin banyak orang yang mengetahui tentang funfact Cappadocia, semakin banyak pula masyarakat yang ingin pergi kesana. Di Cappadocia, salah satu destinasi wisata yang paling menarik perhatian turis adalah balon udaranya.

Di dalam balon udara Cappadocia, kita bisa merasakan sensasi terbang bak burung elang yang menikmati pemandangan dari atas udara. Selain menyajikan keindahan yang alami, di Cappadocia pun turis bisa menaiki balon udara tersebut sambil asyik mengabadikan fotonya. 

Namun sayangnya, semenjak Covid-19 berubah menjadi sebuah pandemi di seluruh dunia, otomatis segala aktivitas non-domestik di Indonesia harus dibatasi. Dengan segala keterbatasan tersebut, destinasi wisata Cappadocia hanya akan menjadi angan dan imajinasi para penggemarnya saja. Tapi jangan khawatir peoples! Kreatifitas tanpa batas terus dilakukan oleh para pemuda dari Asosiasi UMKM Sumedang yang bertempat di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang demi merubah Kawasan wisata lokal ini menjadi duplikat “Cappadocia”-nya Indonesia.

“Ide cemerlang ini merupakan hasil dari kerjasama antara RPH Ciboboko BKPH Cadasngampar dengan Pemerintah Desa Pajagan Kecamatan Cisitu melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Pajagan. Wisata Tanjung Duriat bisa diakses menggunakan jalur Situraja - Pajagan ataupun melewati jalur Tomo - Jatigede. Obyek wisata ini tepatnya berlokasi di pesisir barat laut Bendungan Jatigede.” Ungkap Engkos Koswara, sebagai Mantan Kepala Bidang Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Kabupaten Sumedang tahun 2019 yang pada saat pembentukan obyek wisata ini menjadi saksi bisu peresmiannya. Menurut Engkos, dengan adanya obyek wisata ini, kemampuan beserta income masyarakat sekitar Jatigede dalam membuka usaha juga bisa terbantu dengan adanya Badan Asosiasi UMKM Sumedang.

Baca Juga: 50 Link Twibbon Idul Fitri 2022 Desain Terbaik, Cocok untuk di Upload ke IG, WA, hingga Facebook

Pihak pengelola pun mengakui bahwa Tempat wisata ini menyajikan indahnya pemandangan Bendungan Jatigede dari atas bukit yang menjorok ke arah bendungan. Filosofi ini yang membuat pihak pengelola memutuskan untuk menyebutnya “Tanjung” digabung dengan kata “Duriat” berasal dari Bahasa Sunda yang bermakna kasih sayang.

Lokasinya yang strategis dekat dengan Bendungan Jatigede, membuat para pengunjung semakin antusias untuk berkunjung ke obyek wisata Tanjung Duriat. Selain pemandangannya yang indah, spot foto juga banyak ditemukan di dalamnya. Tak perlu merogoh kocek yang besar untuk bisa masuk ke obyek wisata ini, pihak pengelola hanya mematok tiket sebesar lima belas ribu rupiah per orang saja dan anda sudah bisa menikmati semua spot foto terbaik yang tersedia di Tanjung Duriat.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB

Pelangi Ratu Elizabeth II dalam Paririmbon Sunda

Minggu, 11 September 2022 | 07:00 WIB

Perihal RUU Sisdiknas dan Kesejahteraan Guru

Minggu, 11 September 2022 | 06:00 WIB

KurMer dalam Falsafah Jawa: Mamayu Hayuning Bawana

Jumat, 9 September 2022 | 16:25 WIB

Raja Surakarta Kunjungi Hotel Isola

Jumat, 9 September 2022 | 15:44 WIB

Cinambo Semula Berupa Dasar Sungai

Kamis, 8 September 2022 | 21:32 WIB
X