Wajah Baru Kurikulum Merdeka Belajar Melalui Sekolah Penggerak

- Selasa, 19 April 2022 | 15:13 WIB
Ilustrasi belajar di sekolah atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat pandemi. Merdeka belajar memasuki babak baru, Nadiem Makarim meluncurkan program Sekolah Penggerak sebagai episode ke tujuh dari Merdeka Belajar. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi belajar di sekolah atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat pandemi. Merdeka belajar memasuki babak baru, Nadiem Makarim meluncurkan program Sekolah Penggerak sebagai episode ke tujuh dari Merdeka Belajar. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Merdeka belajar memasuki babak baru, Nadiem Makarim meluncurkan program Sekolah Penggerak sebagai episode ke tujuh dari Merdeka Belajar.

Pendidikan adalah sebuah usaha sadar dan terstruktur untuk mengembangkan potensi setiap individu, baik spiritual, kognitif, maupun afektifnya. Bagi sebuah negara, pendidikan merupakan jalan untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang dapat menjawab berbagai tantangan sesuai perkembangan zaman sehingga dapat mengantarkan negara tersebut pada tahap kesejahteraan. Atas dasar itu lah, pendidikan menjadi sektor yang kualitasnya harus selalu dijaga dan ditingkatkan.

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) selalu melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menyusun kurikulum yang adaftif terhadap perubahan. Menteri Kemendiburistek, Nadiem Makarim, mengeluarkan kurikulum merdeka belajar sebagai opsi sekolah untuk upaya pemulihan pembelajaran yang sempat mengalami kendala karena pandemi. Kurikulum merdeka belajar juga dapat dikatakan sebagai kurikulum darurat karena memberikan keleluasaan kepada guru untuk membuat model pembelajaran yang efektif dan tidak menuntut ketercapaian kompetensi dasar yang telah disusun dalam silabus atau RPP.

Merdeka belajar memasuki babak baru, Nadiem Makarim meluncurkan program Sekolah Penggerak sebagai episode ke tujuh dari Merdeka Belajar. Program ini adalah upaya baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa setelah sempat mengalami pasang surut saat pandemi. Program Sekolah Penggerak berusaha meningkatkan kompetensi literasi, karakter, dan numerisasi siswa melalui satuan tingkat pendidikan yang mandiri. Melalui tulisan ini penulis akan memberikan hasil analisa mengenai porgam Sekolah Penggerak melalui lima intervensi yang  sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran kepada tenaga pendidik terkait program ini.

Program sekolah penggerak adalah alternatif yang ditawarkan oleh Kemendiburistek dalam upaya mewujudkan visi Pendidikan Indonesia. Sebagai bentuk penyempurnaan dari program transformasi sebelumnya, program sekolah penggerak berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa dan optmalisasi pengembangan komptensi siswa yang meliputi kemampuan literasi, numerisasi, dan karakter. Untuk mencapai hal tersebut, program ini mensyaratkan SDM sekolah (kepala sekolah dan guru) yang unggul sebagai modal utama.

Baca Juga: Manfaat Tadarus di Pagi Hari

Program Sekolah Penggerak adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya peningkatakan mutu pendidikan nasional. Porgam ini dilaksanakan melalui desentralisasi pendidikan ke daerah. Lokasi program Sekolah Penggerak tersebar di 34 provinsi dan 250 Kabupaten/ Kota di Indonesia sehingga melalui program ini akan mempercepat transformasi pendidikan di setiap daerah dengan cara mengakselerasi sekolah negeri atau swasta untuk bergerak 1-2 langkah lebih maju. Untuk mencapai akselerasi tersebut, Kemendikburistek  harus memberikan 5 (lima) intervensi sebagai berikut:

Pertama, Kemendiburistek harus memberikan pendampingan konsultatif dan asimetsris untuk semua sekolah di daerah. Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencapai akselerasi dalam tiga tahun kedepan. Kemendiburistek melalui UPT di setiap provinsi harus membantu proses perencanaan, penyediaan fasilitas, dan penuntasan kendala yang dialami sekolah saat implementasi program Sekolah Penggerak. Dengan begitu, program dapat terpantau secara kontinu dan tepat sasaran.

Kedua, mengupayakan penguatan SDM sekolah yang unggul. Agar porgram Sekolah penggerak dapat terlaksana dengan baik. Sudah selayaknya pemangku kebijakan sekolah dan guru harus terlebih dulu memahami konsep dan cara implementasi program ini. Kemendiburistek harus memberikan pelatihan kepada kepala sekolah dan guru agar dalam pengimplementasiannya nanti dapat sesuai rencana sehingga target akselerasi pendidikan dalam 3 tahun dapat tercapai.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB

Curug Pelangi, Seindah Namanya

Senin, 25 Juli 2022 | 15:20 WIB
X