Karpet dan Potret Pembelajaran

- Selasa, 22 Maret 2022 | 19:26 WIB
[Ilustrasi siswi di sekolah] Karpet menjadi suatu hal bermanfaat untuk digunakan pendidikan nonformal bagi keluarga dapat direfleksikan dalam kegiatan sehari-hari. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi siswi di sekolah] Karpet menjadi suatu hal bermanfaat untuk digunakan pendidikan nonformal bagi keluarga dapat direfleksikan dalam kegiatan sehari-hari. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Karpet menjadi suatu hal bermanfaat untuk digunakan pendidikan nonformal bagi keluarga dapat direfleksikan dalam kegiatan sehari-hari.

Karpet merupakan suatu wujud benda yang memiliki fungsi sebagai alas duduk ketika melakukan suatu kegiatan secara bersama atau sendiri.

Berbagai macam ragam warna dan corak serta ukuran dari karpet yang bisa kita dapatkan di pasar tradisional atau modern.

Sebagai manusia karpet sering kita gunakan untuk keperluan kegiatan pada saat santai ataupun secara bersama keluarga, teman atau masyarakat.

Karpet sering kita jumpai ditempat ibadah seperti masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya. Tentunya dalam penggunaan di rumah ibadah, ataupun dalam tempat lainnya harusnya bersih, harum dan bahkan wangi. Sehingga ketika kita menggunakan karpet tersebut terasa nyaman untuk duduk dan aktifitas kegiatan lainnya. Bahkan akan memberikan dampak yang positif seperti rasa keakraban terjalin, acaranya tidak terkesan formal, rileks diantara yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia pengertian dari karpet adalah hamparan (tikar) penutup lantai yang dibuat dari bulu domba atau kain tebal; permadani; ambal. Pada pengertiam lain karpet memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga karpet dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa Istilah "karpet" sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Italia kuno carpita, "carpire" yang berarti membului. Kata karpet biasanya dipakai juga untuk menyebut permadani, di mana permadani Persia diperkenalkan setelah dibukanya jalur perdangangan dengan Eropa barat pada abad ke-17. Dalam sejarahnya karpet atau permadani dipakai juga untuk menyebut penutup meja maupun dinding, karena karpet tidak lazim dipakai untuk menutupi lantai di Eropa hingga abad ke-18.

Baca Juga: Persib Bandung dan Harapan Sepak Bola Setelah Pandemi

Dalam penggunaannya karpet harus benar-benar dirawat dengan baik dan jangan sampai rusak atau kotor. Di cuci dengan bersih dan diberikan pengharum serta terhindar dari najis sehingga dapat digunakan untuk ibadah sholat bersama atau jamaah Dapat juga kegiatan pengajian atau majlis ta’lim yang dilakukan oleh manusia.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Bangunan yang Menjadi Nama Desa dan Kelurahan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Hidup Jangan Kebanyakan Sambat

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB
X