Nama Geografi Areng di Bandung Utara: Di Sana Ada Ki Areng Sebagai Penanda Kawasan

- Kamis, 24 Februari 2022 | 23:37 WIB
Kampung Areng terdapat dalam Peta Topografi Lembar Leuweungdatar, yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau (Batavia) tahun 1904-1905.  ( Peta koleksi: KITLV)
Kampung Areng terdapat dalam Peta Topografi Lembar Leuweungdatar, yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau (Batavia) tahun 1904-1905. ( Peta koleksi: KITLV)

Di Bandung Utara, ada dua nama geografi yang memakai kata areng, yaitu Kampung Areng.

Pertama sedikit ke utara dari terminal Ledeng di Desa Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Di sana ada Jl Cijengkol dan Kampung Cijengkol. Sebelah utara Kampung Cijengkol itulah ada Kampung Areng, berada di ketinggiannya antara 1.100 sampai 1.200 m dpl.

Karena lokasinya berada di sepanjang jalan Cijengkol, maka Kampung Areng dibagi menjadi tiga, yaitu Kampung Areng Girang (paling utara), Kampung Areng Tengah, dan Kampung Areng Hilir (paling selatan). Di bagian utara, Kampung Areng berbatasan dengan Peneropongan bintang Bosscha. Kampung Areng ini termasuk Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kedua, Kampung Areng yang berada di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, ketinggiannya 1.240 m dpl. Lokasinya tiga kilo meter sebelah timur dari airterjun Maribaya, atau delapan kilo meter arah timur dari Kampung Areng Cijengkol.

Kata areng yang menjadi dua nama kampung di Patahan Lembang itu bersumber dari nama pohon, yaitu pohon Ki areng. Di Kampung Areng, Cijengkol, tanahnya berupa material letusan (ignimbrit) dari letusan Gunung Sunda, dan tanah di Kampung Areng, Cibodas, berupa material letusan gunungapi tua. Sedikit ke dalam tanahnya, terdapat tanah yang berupa ignimbrite (teras atau padas), jenis batuan ini termasuk kurang subur, namun justru sangat baik bagi tumbuh kembangnya pohon Ki areng.

Baca Juga: Voetbal Bond Bandoeng en Omstreken (VBBO)

Menurut K Heyne (1927), nama ilmiah Ki areng adalah Diospyros pseudo-ebenum K. & V. Namun, dalam buku Kayu Jawa Madura, seperti yang disampaikan oleh Ganjar, nama ilmiah untuk Ki areng itu Diospyros sundaica. Selain Ki areng, nama lainnya untuk pohon ini di Jawa Barat adalah Ki lutung.

Secara lengkap, taksonomi Ki areng (Diospyros pseudoebenum K. & V.) itu diklasifikasikan: famili: Ebenaceae, marga: Diospyros, spesies/jenis: pseudoebenum, bahasa daerah: Ki areng. Dalam sumber lain, taksonominya dituliskan: famili: Ebenaceae, marga: Diospyros, spesies/jenis: Diospyros sundaica, bahasa daerah: Ki areng, Ki lutung.

K Heyne (1927) menguraikan, tinggi pohon sampai 30 meter, gemangnya (diameternya) hingga 60 cm. Dalam sumber lain dituliskan, batangnya lurus, tingginya sampai 40 meter, diameter batang 120 cm, serta berbanir lebar. Kayu gubalnya berwarna coklat kuningan atau kemerahan, dengan teras kayu yang hitam legam, dengan tesktur agak halus, agak licin, dan mengkilap.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Geografi Menjadi Istilah Geomorfologi Khas Sunda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Wisata dari Titik Nol Bandung

Senin, 8 Agustus 2022 | 20:11 WIB

Penempatan Siswa di Kelas berdasar Gaya Belajar

Senin, 8 Agustus 2022 | 19:45 WIB

Paypal Diblokir, Bagaimana Nasib para Freelancer?

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:19 WIB

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB
X