Basa Inung bagi Pemuka Agama

- Senin, 21 Februari 2022 | 16:34 WIB
[Ilustrasi orang Sunda] Salah satu momentum Hari Bahasa Ibu Internasional ialah penggunaan bahasa ibu (Sunda), sang bahasa indung atau basa inung. (Pixabay/JefferlyHelianthusonfri)
[Ilustrasi orang Sunda] Salah satu momentum Hari Bahasa Ibu Internasional ialah penggunaan bahasa ibu (Sunda), sang bahasa indung atau basa inung. (Pixabay/JefferlyHelianthusonfri)

Salah satu momentum Hari Bahasa Ibu Internasional ialah penggunaan bahasa ibu (Sunda), sang bahasa indung atau basa inung.

Apa pun bentuknya kekerasan yang dilakukan manusia atas nama pribadi, golongan, organisasi masyarakat (Ormas), kepercayaan, agama, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik. Diridhoi oleh Tuhan.

Apalagi hanya beda pemahaman dalam cara menafsirkan sumber ajaran (bahasa kitab suci) untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya tak pantas bila kita menyelesaikan segala persoalan silang pendapat dengan budaya barbar.

Namun, perilaku ini yang terjadi, mengingat tingginya angka kekarasan agama (intoleransi) di Indonesia. Meskipun hasil laporan Setara Institute 2021 dapat dikategorikan penurunan (171 kasus) bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 180 kasus. Ini merupakan petanda ketidakberdayaan pemerintah dalam penegakan hukum sekaligus menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi setiap (hak) warganya untuk beribadah sesuai dengan ajaran dan kepercayaanya masing-masing.

Parahnya, selama 14 tahun provinsi Jawa Barat konsisten menempati urutan pertama angka pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Untuk tahun 2021 mencapai 40 kasus.

Baca Juga: Food Garden dan Ketahanan Pangan Keluarga

Dengan demikian, sering terjadinya perilaku kekerasan menjadi bukti adanya pembiaran dan kelengahan pemerintah terhadap pada pelaku kekerasan sekaligus kegagalan pemerintah dalam  melaksanakan amanat konstitusi untuk tetap menjaga kebebasan warga negara dalam urusan agama dan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. (UUD 1945 pasal 28 E dan pasal 29)

Pudarnya Keibuan

Sejatinya, kehadiran Hari Bahasa Ibu Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari tidak hanya menjadi momentum untuk menggunakan bahasa ibu (Sunda), tetapi memberikan semangat keteladanan atas maraknya kekerasan di bumi pertiwi ini?

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nama Bangunan yang Menjadi Nama Desa dan Kelurahan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:41 WIB

Hidup Jangan Kebanyakan Sambat

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Sosiopreneur Generasi Milenial melalui Agroedupark

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:40 WIB

Bahan Bangunan dari Cicalengka (1907-1941)

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:01 WIB

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB
X