Pasir Tanggulun, Gunungapi Purba di Tengah Bukit Kapur Citatah

- Jumat, 11 Februari 2022 | 01:42 WIB
Bukit sisa penambangan batu di Pasir Tanggulun, Kabupaten Bandung Barat, dengan latar belakang Gunung Bende.  (T Bachtiar)
Bukit sisa penambangan batu di Pasir Tanggulun, Kabupaten Bandung Barat, dengan latar belakang Gunung Bende. (T Bachtiar)

Para peserta geotrek yang penasaran dengan nama geografi Pasir Tanggulun, tidak akan menemukannya dalam Peta Rupabumi Indonesia (RBI), Lembar Padalarang (2000), karena memang tidak tercantum.

Pasir Tanggulun menjadi nama geografi yang banyak dicari, karena merupakan bukit dengan batuan terobosan (intrusif) Bukan soal batuan terobosannya yang menarik, karena batuan sejenis banyak terdapat di tempat lain, seperti di pinggiran Danau Jatiluhur (Danau Ir H Djuanda).

Menjadi menarik karena batuan intrusif ini berada di kawasan batukapur, di antara Gunung Manik (utara) dan Gunung Bende (selatan).

Secara umum, bukit kapur itu berada di jajaran yang merangkai di dari timurlaut ke arah baratdaya, dimulai dari Pasir Kamuning, Gunung Karang, Gunung Bengkung (Karangpanganten), Guha Pawon, Gunung Masigit, Gunung Bancana. Sedikit ke selatan dari Karangpanganten, ada rangkaian bukit kapur Karanghawu, Gunung Pabeasan, Gunung Manik, Gunung Bende, Pasir Batununggal, Gunung Guha, menerus ke Pasir Sanghyangtikoro.

Baca Juga: Bandoengsche Kantoor Voetbal Organisatie (BKVO)

Dari jajaran perbukitan kapur itu, dipisahkan oleh lembah ke arah selatan, baru ada jajaran perbukitan bukanbukit kapur, seperti Gunung Puter, Pasir Lampegan, Gunung Pangcalikan, Gunung Halimun, menerus Pasir Peuti, Pasir Kerud.

Walau tak terdapat dalam peta RBI, namun warga setempat masih mengenali nama geografi dan lokasi Pasir Tanggulun. Bukit dengan batuan terobosan ini pernah ditambang batuannya. Apalagi bagi warga pembuat coet, cobek, Pasir Tanggulun sangat terkenal karena kualitas batuannya yang sangat bagus, berbeda dengan batu dari Cihalimun di kaki Gunung Halimun, Kabupaten Bandung Barat.

Bila menelusuri keberadaan bukit batu ini dalam peta, rasa penasaran itu terobati karena dalam Peta Topografi Lembar Tjitatah (1904), yang diterbitkan oleh Topographisch Bureau, direvisi pada tahun 1902, Pasir Tanggulun tergambar dengan jelas, posisinya di antara Gunung Manik (utara) dan Pasir Bende (selatan).

 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mari Kita Sukseskan Desa Cantik

Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:51 WIB

Citayeum, Citayem, dan Citayam

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:50 WIB

Curug Pelangi, Seindah Namanya

Senin, 25 Juli 2022 | 15:20 WIB

Asa di Fenomena Citayam Fashion Week SCBD

Rabu, 20 Juli 2022 | 15:38 WIB

Musim Kondangan dan Fenomena Amplop Digital

Selasa, 19 Juli 2022 | 19:30 WIB

Dua Nama Geografi yang Sering Keliru Dimaknai

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:30 WIB
X